Fakultas Kedokteran UB Masih Favorit

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Penakita | MALANG – Ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) membuat pihak PTN harus ekstra selektif. Universitas Brawijaya (UB) misalnya, terpaksa harus menolak siswa dari 3.000 sekolah setingkat SMA yang mengincar PTN favorit tersebut.

Menurut Prof Dr Ir Yogi Sugito, Rektor UB, dari sekitar 4.000 sekolah yang siswanya mendaftar lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) hanya kisaran 1.000 sekolah yang bisa ditampung.

“Sisanya terlempar. Kemungkinan mencoba di jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) atau ke swasta,” kata Yogi.

Menurut Yogi, dalam SNMPTN kali ini, aturan yang digunakan UB sama seperti setahun lalu. Selain nilai sekolah, mereka juga hanya mengambil pendaftar yang memilih UB sebagai pilihan pertama.

Keputusan ini terpaksa diambil, lanjutnya, karena jumlah pendaftar pertama sudah melampui kuota UB di jalur SNMPTN. Berdasarkan data UB, jumlah pendaftar SNMPTN UB mencapai 56.000 pendaftar.

Dari jumlah ini ada 37.000 pendaftar yang memilih UB sebagai pilihan pertama. Jumlah ini juga menduduki peringkat ketiga terbesar setelah Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung dan Universitas Gajah Mada Jogjakarta.

Pendaftar terbanyak tahun ini di Teknik Informatika dengan 4.000 pendaftar, disusul Agribisnis (2.885 pendaftar), dan Ketiga adalah prodi manajemen (2.200 orang). Sedang kuota masing-masing progam studi secara berurutan adalah 200, 260, dan 125 kursi.

Selain itu, pendaftaran paling ketat tetap ada di Fakultas Kedokteran yaitu Program Pendidikan Dokter. Jumlah pendaftar di prodi itu mencapai 1.900 siswa dan kursi yang disiapkan hanya 50 atau dengan perbandingan 1:38.

Terpisah, Susantinah Rahayu, Kepala Humas UB, menuturkan di jalur undangan ini UB menerima maba sebanyak 50 persen dari total kuota atau sebanyak 6.000 mahasiswa. “Tahun ini UB menyiapkan kuota 12.000 kursi mahasiswa baru. Yang akan dibagi di tiga jalur masuk yaitu jalur undangan 50 persen, jalur tes tulis (SBMPTN) 30 persen, dan jalur mandiri 20 persen,” bebernya. sum