banner 468x60

Fortei Resmi Ajukan Status Badan Hukum, Ternyata Ini Tujuannya

55 views
iklan
Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Rektor ITS (duduk tiga dari kiri) bersama para pengurus Fortei.

Penakita.com | SURABAYA – Selama 14 tahun berdiri, Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (Fortei) masih memiliki keterbatasan ruang gerak. Karena itu, untuk memperluas fleksibilitas perannya, pengurus Fortei sepakat ajukan akta berbadan hukum yang ditandatangani secara resmi di Ruang C-216 Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Rabu (29/5/2019).

Sebagai sebuah wadah Program Studi (Prodi) Teknik Elektro se-Indonesia, Fortei sebenarnya memiliki potensi dan peran penting dalam bagiannya membangun Indonesia.

Sebagai perkumpulan para ahli yang spesifik dalam bidang elektro, Fortei berpotensi menduduki posisi penting dalam perbaikan elektro Indonesia. Sebab, apabila para ahli bersinergi dalam sebuah permasalahan, maka hasil maksimal serta optimal akan diperoleh dengan lebih mudah.

“Selama ini Fortei memang masih mengalami kendala dalam geraknya. Penyebab utamanya adalah tidak adanya status badan hukum yang dimiliki FORTEI, sehingga ruang yang tersedia juga sangat terbatas,” tegas Sarjiya ST MT PhD, Ketua Fortei.

Dengan berbadan hukum, lanjut Sarjiya, Fortei diharapkan mudah bekerjasama dengan berbagai pihak dan tidak ada lagi kendala legalitas.

Sementara Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Rektor ITS menuturkan bahwa sebagai rujukan permasalahan elektro di Indonesia, Fortei seharusnya memiliki suara lantang yang didengar banyak pihak. Namun menurutnya, masih ada masalah-masalah kecil yang menjadi kendala.

Salah satunya, sebut rektor yang akrab disapa Ashari ini, adalah redupnya branding prodi Teknik Elektro, terutama di kampus-kampus swasta. “Bukan cuma masalah-masalah besar. Masalah-masalah kecil seperti ini juga harus diperhatikan oleh Fortei,” ucap lelaki berkacamata ini mengingatkan.

Sebagai solusinya, lanjut Ashari, dirinya mengusulkan dibuatnya ikon-ikon yang mewakili prodi Teknik Elektro di berbagai event, baik lokal maupun mancanegara. Dengan mencontohkan mobil hemat energi Sapuangin, Ashari mengimbau kampus-kampus yang tergabung dalam Fortei turut berusaha keras mewujudkan upaya tersebut secara selaras.

“Basisnya memang robot. Tetapi itu ikon lama. Coba cari model-model baru supaya Teknik Elektro dipandang tinggi di masyarakat,” kata Ashari yang juga mantan Ketua Fortei. dit

author