Forum Rektor Jatim Usulkan Pelaksanaan SBMPTN Digabung SNMPTN

fasich_rektor unairPenakita | SURABAYA – Forum rektor se-Jawa Timur mengusulkan pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) digabungkan dengan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Usulan untuk menasionalkan dua seleksi tersebut disepakati oleh forum rektor yang terdiri dari para rektor dan wakil  rektor dari sembilan PTN di Jatim yakni Unair, ITS, Unesa, IAIN Sunan Ampel, UB, UM, UIN Maliki, Universitas Trunojoyo dan Universitas Jember.

Penggabungan ini tidak berarti menyatukan dua jenis seleksi masuk PTN itu. ”Seleksi tetap digelar dua paket yakni undangan (SNMPTN) dan tulis (SBMPTN) dengan porsi yang lebih besar,” ujar Prof Dr Fasichul Lisan, Rektor Universitas Airlangga (Unair).

Namun, ditekankan Fasichul Lisan, penggabungan seleksi masuk ini baru terlaksana bila pemerintah menyetujui usulan forum rektor se-Jatim tersebut. Pasalnya, dengan menasionalkan dua macam seleksi ini otomatis anggaran pendanaannya menggunakan dana APBN, bukan dikelola masing-masing panitia lokal.

Selama ini, hanya SNMPTN yang mendapat dana dari pusat. Sedang pendanaan SBMPTN dari perguruan tinggi yang bersangkutan dan dari penjualan formulir pendaftaran. Akibatnya harga formulir dipatok cukup tinggi yakni Rp 175.000 per formulir untuk kelompok sosial humaniora (soshum) dan sains teknologi (saintek) serta RP 200.0000 per formulir untuk kelompok campuran.

Guru besar Farmasi Unair ini menyatakan, usulan forum rektor itu sesuai Undang-Indang Pendidikan Tinggi yang mengatakan bahwa seleksi PT dilaksanakan secara nasional. ”Keputusannya akan ditentukan dalam rapat majelis rektor secara nasional,” tuturnya.

Selain penggabungan SNMPTN-SBMPTN, forum rektor se-Jatim juga sepakat tetap memakai sistem jalur mandiri. Tetapi, dalam pertemuan itu belum diperoleh titik temu berapa gelombang penerimanaan yang diperbolehkan. Begitu juga dengan prosentase penerimaannya. ari