banner 468x60

Gaji Tukang Kebon Kini Minimal Rp 1,7 Juta

385 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Gaji tukang kebon sekarang Rp 1,7 juta? Kondisi yang tentu menyenangkan itu bukan hal aneh.

Pasalnya, secara resmi,  sebanyak 1.138 tenaga kontrak telah menerima surat tugas yang berfungsi sebagai SK pengangkatan tenaga kontrak baru mulai Februari 2013. Para tenaga teknis ini kembali dipekerjakan selama kurun waktu setahun dengan gaji paling sedikit Rp 1,7 juta sesuai UMK Kota Surabaya.

Ini berlaku baik mulai tukang kebon sampai TU dan petugas IT di lingkungan Dinas Pendidikan.  Tukang Kebon bergaji Rp 1,7 juta di setiap sekolah negeri kini menjadi pembicaraan hangat di antara para PNS golongan di bawah III. Mulai sopir, pesuruh, sampai TU biasa yang sudah PNS di lingkungan Dinas Pendidikan dan jajarannya. Sebab, gaji para PNS ini agak jauh di bawah Rp 1,7 juta.

“Alhamdulillah. Saya senang bisa membantu orangtua. Sisanya buat kebutuhan pribadi. Say belum berani kredit motor karena waktu kontrak kerjanya hanya setahun,” ucap Ali petugas cleaning service di kantor Dinas Pendidikan Surabaya.

Kebahagiaan yang sama diekspresikan Zainal Arif. Lulusan Paket C (penyetaraan SMA) ini sudah dua tahun ini menjadi Pak Bon di SDN Jagir 1 Kecamatan Wonokromo. Pak Bon muda ini tak menyangka bahwa honor atau gajinya bisa sampai Rp 1,7 juta per bulan.

“Saya tak tega melihat orangtua. Saya akan bantu dan memberikan sebagian gaji saya nanti untuk membahagiakan orangtua. Alhamdulillah,” berkali-berkali Arif mengucapkan syukur.

Tapi sebagian pegawai tenaga kontrak yang lulusan S1 di tenaga teknis menyikapi biasa penentuan besaran gaji tenaga kontrak sesuai UMK Surabaya.  “Bagi saya pribadi, tampaknya nilainya sama saat kami digaji seperti tahun lalu. Saya juga mendapat lebih dari Rp 1,7 juta. Sebab, uang makan ada. Kontrak pembaharuan nanti dengar-dengar tak ada uang makan. Berarti jatuhnya sama. Uang makan sebelumnya bisa Rp 300.000,” tutur salah satu pegawai IT di Dinas Pendidikan Surabaya. 

author