banner 468x60

Gandeng 40 Mitra, Sekolah.mu Kartu Prakerja Diharapkan Bisa Percepat Kesiapan Generasi Emas Terjun ke Pasar Kerja

iklan
Pemerintah Indonesia resmi menghadirkan sekolah.mu Kartu Prakerja yang jadi salah satu penyedia layanan pendidikan dan ketrampilan.

penakita.com | JAKARTA  – Kartu Prakerja akhirnya resmi hadir di negeri ini. Hingga saat ini Sekolah.mu Kartu Prakerja telah mengikat kerjasama dengan lebih dari 40 mitra resmi antara lain General Electric, Cakap, Cybertrend Data Academy, Rumah Sakit Brawijaya, Bogasari, Think.Web, QM Financial.

Selain itu, juga Yayasan Bakti Barito, hingga institusi pendidikan seperti Institut Teknologi Sepuluh November, Kampus Guru Cikal, Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, dan masih banyak lagi.

“Kami menyoroti kekuatan kolaborasi yang ditawarkan oleh Sekolah.mu Kartu Prakerja. Ini adalah pendekatan khas generasi masa kini dalam belajar dan bekerja,” kata Ramya Prajna, Co-Founder dan Co-CEO Think.Web.

Ramya Prajna menyatakan bahwa platform ini juga menyajikan kurikulum unik seperti rekayasa piranti lunak, animasi, desain komunikasi multimedia, atau pemasaran digital yang menjadi keterampilan yang makin dibutuhkan di masa depan.

Sementara Wikan Sakarinto ST MSc PhD, Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyebutkan,“Ini adalah titik tengah pertemuan antara komunitas akademik, kalangan praktisi profesional, dunia usaha dan dunia industri, kelompok masyarakat sipil dan pegiat, pembuat kebijakan serta pengelola negara.”

Ditekankan Wikan Sakarinto, Sekolah.mu Kartu Prakerja adalah wujud ‘Link & Match’ yang dapat memperkecil gap antara apa yang dipelajari dan dilatih di bangku kuliah, dengan praktik yang sebenarnya di dunia kerja.

“Transfer pengetahuan, keterampilan, dan teknologi terjadi di Sekolah.mu Kartu Prakerja,” paparnya.

Sekolah.mu Kartu Prakerja dibangun oleh tim yang telah bergerak di dunia pendidikan selama lebih dari 20 tahun. Selain itu, didukung pula oleh jaringan pegiat pendidikan di lebih dari 160 kabupaten/kota, dan berkolaborasi dengan lebih dari 15.000 guru. wid

author