• Home »
  • Aktualita »
  • Gelar Kegiatan Bersama di Hari Sumpah Pemuda, Murid Vita School Ini Belajar Toleransi dan Tanggung Jawab

Gelar Kegiatan Bersama di Hari Sumpah Pemuda, Murid Vita School Ini Belajar Toleransi dan Tanggung Jawab

Angeline Suzana saat memeragakan busana daur ulang di Hari Peringatan Sumpah Pemuda di Vita School Surabaya.

Penakita | SURABAYA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda tak sebatas upacara bendera. Di kalangan siswa Vita School Surabaya, peringatan hari bersejarah itu mereka aplikasikan dalam bentuk kegiatan positif.

Aktivitas yang ditujukan untuk memupuk rasa cinta Tanah Air itu mereka wujudkan dalam beragam bentuk kreasi, yaitu bazaar kuliner khas Nusantara, dan lomba fashion show menggunakan bahan daur ulang. Selain itu juga pertunjukan seni berupa band, dance, dan vokal grup.

“Baju ini dari bahan bekas yang ada di rumah masing-masing lalu kami kumpulkan dan disambung jadi busana seperti ini,” kata Angeline Suzana, murid kelas 8 SMA Vita School.

Gadis yang akrab disapa Angel ini lalu merinci,”Ini dari kertas Koran yang dilapisi dengan bungkus detergen. Setelah dipotong-potong lalu dijahit,” paparnya.

Angel lalu menambahkan,”Untuk bagian bunganya kami gunakan kertas Koran lalu digunting sesuai bentuk kembang. Hasilnya kemudian kami lem ke bagian yang kami inginkan sehingga tampil menarik.”

Menurut busana yang dia peragakan di depan juri itu dia kerjakan bersama enam orang temannya. “Cukup lama mengerjakannya sekitar dua minggu. Yang tersulit itu menjahitnya harus hati-hati,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Fiona Mariana mengungkapkan hal yang nyaris sama. “Bahan-bahan ini ada di gudang semua kok jadi tinggal merangkai saja pakai lem,” ujar murid kelas 7 SMP Vita School Surabaya ini.

Busana yang dipakai Fiona terkesan lebih simple karena tidak memakai ekor seperti yang dipakai Angel. Meski begitu, perlu tenaga 12 orang untuk menyelesaikan busana daur ulang itu.

“Bunganya kami ambil dari sampul buku karena warnanya pas. Kami juga pakai bahan dari jaring-jaring ini untuk menutup bagian lengannya,” urai Fiona.

Yang menarik, peringatan Hari Sumpah Pemuda ini melibatkan seluruh murid dari jenjang SD, SMP, dan SMA. “Dari sisi ini kami ingin ajarkan pentingnya kesatuan dan persatuan sejak dini pada mereka,” kata Fifi Trisnawati, Kepala SMA Vita School Surabaya.

Di saat melakukan kegiatan bersama, lanjut Fifi, tidak jarang anak-anak itu timbul konflik karena salah paham. “Kami memang ikut turun dan memberikan arahan, tetapi selanjutnya kami lepas agar mereka juga berupaya mencari solusi terbaik untuk penyelesaikan konflik itu,” imbuhnya.

Diakui Fifi, kegiatan interaktif ini memang menekankan pentingnya toleransi dan bertanggung jawab. “Soal teori mata pelajaran itu kan bisa mereka googling di internet. Tetapi yang menyangkut tenggang rasa dan tanggung jawab ini nggak ada pelajarannya kecuali harus mengalami langsung,” cetusnya.

Melalui bazaar kuliner ini pula, murid Vita School diajarkan mengenal aneka jenis makanan khas Nusantara. “Kami ingin mereka mengenal budaya bangsa melalui kulinernya,” ucap Fifi. dit