banner 468x60

Gunakan Software JAWS Sebagai Panduan, ITS Latih Penyandang Tunanetra Operasikan Mesin Cetak Braille

iklan
Para volunteer mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknik Biomedik ITS saat mendamping pretest para peserta workshop. (foto-foto: dok ITS)

Penakita.com | SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) memberikan pelatihan dengan tema Workshop on Using Braille Embosser and Text Editor Software for the Blind and Visual Impairment Student. Kegiatan yang dilakukan melalui Fakultas Teknologi Elektro (FTE) ini sebagai bentuk komitmen membantu anak-anak penyandang tunanetra di Indonesia dalam bidang literasi,

Workshop yang bekerja sama dengan Motorolla Solutions Foundation (MSF) tersebut berlangsung selama empat hari di Gedung Departemen Teknik Elektro ITS, mulai Selasa (7/5/2019).

ITS sudah mengembangkan printer braille ini sejak tahun 2012 dengan mengembangkan mesin cetak braille dari Norwegia. Hingga kini ITS sudah bisa memproduksi secara utuh prototipe mesin printer braille sendiri dengan kapasitas cetak 400 karakter per detik.

Dr Tri Arief Sardjono, Dekan FTE ITS

Menurut Dr Tri Arief Sardjono, Dekan FTE ITS, salah satu kendala dalam pembuatan prototipe mesin cetak braille adalah pada harga komponen mesin yang tidak bisa dibilang murah. Dalam membuat satu prototipe mesin cetak braille dapat menghabiskan dana sebesar kurang lebih Rp 500 juta.

Dari lima prototipe mesin cetak braille yang berhasil dibuat ITS, tiga di antaranya sudah diberikan ke SLB yang ada di Ambon, Jayapura dan Pangkal Pinang. Pendanaannya berasal dari program Direktorat Pelayanan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kemendikbud sejak tahun 2012.

Ia juga menuturkan, targetnya dalam pelatihan ini peserta akan dilatih cara menggunakan komputer untuk menulis dan mengkonversikan tulisan latin ke dalam huruf braille menggunakan software Mitra Netra Braille Converter (MBC). Selain itu, peserta juga dilatih mengoperasikan printer braille milik ITS dan mencetak langsung tulisan mereka.

Dari program ini, ITS mengharapkan motivasi peserta bangkit untuk berkarya dalam bidang literasi atau sejenisnya yang nantinya karya mereka bisa dicetakkan di ITS.

“Kami juga akan memberikan kemudahan, bila nantinya peserta ingin mencetak berkasnya di ITS bisa dikirimkan secara online,” tandas dosen Teknik Biomedik ini.

Untuk pengoperasian program di komputer, Tri memaparkan bahwa ada software atau perangkat lunak yang bernama JAWS (Job Access with Speech). JAWS merupakan sebuah software untuk membaca layar (screen reader) yang berguna untuk membantu penderita tunanetra dalam menggunakan komputer.

“Jadi nanti ada panduan berupa suara yang menuntun mereka dalam mengoperasikan komputer tersebut dengan menggunakan software JAWS ini,” ungkapnya. dit

author