banner 468x60

Harimau Sumatera Kian Tidak Nyaman di Indonesia

483 views
iklan

harimau-sumatra-panthera-tigris-sumatraePenakita | JAKARTA – Kondisi habitat binatang yang semakin langka di Indonesia terus dikritisi World Wildlife Fund (WWF). Organisasi konservasi terbesar di dunia ini kembali mengingatkan pada pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan pencegahan dan penegakan hukum terhadap perburuan dan perdagangan harimau Sumatera.

Berdasar pengamatan WWF, harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) terancam oleh beberapa jenis tekanan seperti konflik dengan manusia, perburuan dan perdagangan ilegal, serta kehilangan dan fragmentasi habitat. Akibatnya, tingkat kehilangan habitat ini mencapai 5,9 persen.

“Angka ini termasuk terparah dibandingkan yang dialami anak jenis harimau yang hidup di negara lain,” demikian pernyataan Anwar Purwoto, Direktur Program Hutan, Spesies dan Air Tawar WWF-Indonesia dalam rangka Global Tiger Day yang jatuh pada Senin (29/7/2013).

Menurut Anwar, setiap tahun Pulau Sumatera kehilangan lebih dari 500.000 hektar hutan dan berganti menjadi area budidaya. Sementara itu, berdasar Daftar Merah IUCN tahun 2008, sebanyak 51 ekor harimau sumatera terbunuh setiap tahunnya.

“Dari angka itu, 76 persen merupakan akibat perdagangan gelap,” tandasnya.

Kondisi ini diperparah oleh kebakaran hutan pada bulan Juni 2013, yang menimbulkan sebaran 42 persen hotspot di Riau berada di hutan alam habitat harimau.”Pemerintah Indonesia telah turut berkomitmen bersama pemimpin negara-negara habitat harimau untuk memulihkan harimau sumatera dengan meningkatkan populasinya dua kali lipat pada tahun 2022 dibandingkan kondisinya tahun 2010,” tuturnya mengingatkan. dde

author