banner 468x60

Harun Minta Polisi Usut Penyebar Info Bocoran Soal UN

402 views
iklan
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr Harun MSi

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr Harun MSi

Penakita | SURABAYA – Meluasnya peredaran kunci jawaban di tangan siswa di beberapa daerah di Jatim akhirnya mengusik Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Harun. Kabar bocoran soal ujian nasional (UN) itu dianggap meresahkan, karena itu Harun mendesak agar pihak kepolisian mencari pembuat dan penyebarnya.

Harun menegaskan, seharusnya semua pihak tak perlu lagi berpolemik tentang akurasi kebenaran jawaban yang telah beredar. Pasalnya, kunci jawaban yang asli saat ini berada di Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).

“Sekarang begini, yang aneh dari peredaran kunci jawaban itu adalah sudah muncul ketika naskah soal belum dibuka. Berarti ada oknum-oknum yang ingin mengacaukan pelaksanaan UN,” kata Harun, Rabu (24/4/2013).

Ia menyebut, oknum tersebut bisa saja berasal dari pihak penyelenggara atau masyarakat. Untuk memastikannya, kepolisian harus bisa mengungkap dan menangkap siapa yang telah membuat serta penyebar kunci jawaban. Kemudian diberi hukuman yang setimpal.

Mantan Kepala Disbudpar Jatim ini pun mengaku, bila polisi ingin mencocokan bukti kunci jawaban yang telah dipegang dengan yang asli milik Puspendik sebenarnya bisa. Namun, harus disertai pengajuan surat terlebih dahulu.

“Bila kepolisian mempunyai niatan seperti itu sebenarnya bisa untuk keperluan penyelidikan. Tapi ada mekanisme pengajuan surat kepada Puspendik BSNP terlebih dahulu. Jadi, penyelenggara provinsi atau kabupaten/kota tidak punya kewenangan,” paparnya.

Selain itu, imbuhnya, ada kemungkinan juga Puspendik akan membuka semua kunci jawaban dan soalnya setelah penyelenggaraan UN tingkat SD, SMP, dan SMA tuntas. Atau setelah pengumuman UN dilaksanakan.

“Permasalahan peredaran kunci jawaban, kan, tidak hanya ada di Jatim. Bisa jadi ada kelompok tertentu yang bekerja secara sistematis untuk mengacaukan UN pada setiap tahunnya,” tandas Harun. ika

author