banner 468x60

Harun Tetap Yakin Tak Ada Kebocoran Soal UN

350 views
iklan

Kadiknas Harun1Penakita | SURABAYA – Kebenaran adanya tindak kecurangan yang dilakukan sejumlah sekolah dan peredaran kunci jawaban ujian nasional (UN) 2013 di Jawa Timur masih saja tidak mengusik para petinggi Dinas Pendidikan (Dindik) kabupaten/kota maupun Provinsi Jawa Timur. Mereka tetap tidak yakin kebenaran fakta tersebut.

Keraguan ini diungkapkan Kepala Dindik Jawa Timur, Dr Harun M Si MM, kepada PENAKITA.com, via telepon, Selasa (23/4/2013). Harun mengatakan, tetap tidak memercayai kebenaran isu tersebut. Sebab, dengan paket yang berjumlah hingga 20 macam sangat menyulitkan siapa saja yang hendak melakukan tindakan kecurangan.

Bahkan, menurut Harun, jika benar pihak sekolah menggunakan jasa joki, ia masih tetap saja meragukan kebenaran kunci jawaban yang diperoleh dari joki tersebut. “Nggak mungkinlah! Kalaupun memang pakai jasa joki, yang jadi pertanyaan saya, jokinya dapat soal dan kunci jawaban darimana atau dari siapa,” tutur Harun.

Mantan Kepala Disbudpar Jatim ini menambahkan, jika ada pihak guru yang berani membongkar fakta mengenai sistem penyebaran bocoran, seharusnya dirinya juga berani mengungkapkan peristiwa ini kepada pihak kepolisian. “Soal joki ya kalau bisa dilaporkan saja kepada pihak berwajib, kalau memang itu kenyataannya. Masalah joki ini wewenang aparat yang berwajib,” cetus Harun.

Hal senada dikatakan oleh Kepala Dindik Surabaya, Dr Ikhsan S Psi MM. ia memaparkan akurasi kunci jawaban yang beredar di kalangan siswa perlu diuji lebih lanjut, dan tidak bisa dipercaya begitu saja. “Kalau hanya kunci jawaban yang tersebar di siswa itu, saya sih juga punya, dari laporan beberapa pihak. Kami juga sudah mengetahui bagaimana sistem UN kali ini bekerja, jadi sangat sulit sekali memercayai telah terjadi kebocoran kunci jawaban soal. Jelas sekali itu hanya perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ketika disinggung kembali mengenai pencocokan akurasi kunci jawaban UN yang beredar, Ikhsan berdalih bahwa kunci jawaban tersebut dipegang oleh pusat. Pihaknya mengaku tak memiliki kunci jawaban tersebut.

“Tidak perlu hal itu dilakukan, karena sudah dipastikan bahwa kunci jawaban yang beredar sangat sulit dipercaya kebenarannya. Jadi, saya minta kepada siswa untuk tetap konsentrasi dan percaya diri dalam menghadapi UN. Jangan percaya mengenai isu-isu kunci jawaban tersebut,” tandasnya. ika

author