banner 468x60

Hasil Investigasi Pelaksanaan UN Sudah di Tangan Mendikbud

378 views
iklan

ujian-nasional- smaPenakita | JAKARTA – Hasil investigasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013 yang karut-marut sudah ada di tangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh. Rekomendasi bentuk sanksi pun sudah disiapkan, mulai dari teguran, peringatan tertulis, hingga pencopotan jabatan.

Investigasi yang dilakukan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud berlangsung dua pekan dan fokus pada pengadaan barang/jasa, percetakan, serta penyelenggaraan UN. Menurut Haryono Umar, Itjen Kemendikbud, dalam laporan hasil investigasi itu juga disampaikan rekomendasi-rekomendasi untuk penataan kembali sistem manajemen, penguatan organisasi, hingga personel yang terlibat.

”Internal Kemendikbud harus segera dibenahi. Kalau tidak, kasus serupa bisa terulang,” tandasnya.

Haryono Umar berharap Mendikbud dan Presiden dapat segera menindaklanjuti hasil investigasi itu serta mengumumkannya kepada publik. Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini khawatir jika terlalu lama ditunda, tingkat kepercayaan masyarakat akan turun.

”Kami sudah berikan rekomendasi sanksi kepada setiap individu yang terlibat. Ada banyak nama yang terlibat. Tapi terserah pada pak menteri, akan diikuti atau tidak. Sebaiknya sih iya agar ada efek jera,” cetusnya.

Untuk penyelidikan proses tender, lanjut Haryono, bukan hanya Itjen Kemendikbud yang menyelidiki, tetapi juga tim dari KPK, Badan Pemeriksa Keuangan, serta Badan Reserse Kriminal Mabes Polri karena ada dugaan korupsi. ”Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti dan data yang cukup. Saya belum bisa bilang ada indikasi korupsi karena masih berproses,” imbuh Haryono.

Sementara itu, Mendikbud mengatakan, untuk menuntaskan kontroversi dan mencari titik temu dari segala perbedaan pandangan tentang ujian nasional, pemerintah akan menyelenggarakan konvensi nasional sekitar September 2013. Di konvensi itu, Nuh berharap akan dapat tercapai kesepakatan soal model evaluasi bagi siswa sehingga tidak akan ada lagi pro-kontra yang menghabiskan energi. ”Lewat dialog, pasti bisa dicapai titik temu,” paparnya. dde

author