• Home »
  • Aktualita »
  • Ingin Jadi Chef dan Kerja di Hotel? Simak Dulu Info tentang Sekolah Chef Ini

Ingin Jadi Chef dan Kerja di Hotel? Simak Dulu Info tentang Sekolah Chef Ini

Henny Fransisca, Direktur Marketing NCSA sedang memperlihatkan sushi hasil buatan Chef Edi Santoso.

Penakita | SURABAYA – Dunia masak memasak kini tak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti sejumlah sekolah yang memberikan ilmu memasak dan menghasilkan seorang chef ini justru berbayar mahal.

Kondisi ini pula yang membuat kalangan praktisi perhotelan Surabaya prihatin dan bertekad mendirikan lembaga pendidikan bagi mereka yang berniat terjun ke dunia pariwisata, khususnya menjadi chef tetapi tidak perlu mengeluarkan biaya mahal.

“National Culinary Service Academy (NCSA) kami bikin di Surabaya karena melihat animo orang Surabaya untuk kerja di dunia pariwisata, terutama menjadi chef itu sangat kuat,” kata Stephen Rantung, Managing Director NCSA saat ditemui di tengah acara Sushi Making Class yang diselenggarakan NCSA di Taman Flora Bratang, Sabtu (7/7/2018).

Selama ini, lanjut Stephen, sekolah perhotelan kebanyakan berada di Bandung, Jakarta, Bogor, dan Bali. Padahal, pangsa pasar di Surabaya sangat besar.

“Kalau mau menunjang pariwisata di Surabaya, ya harus mulai dari awal. SDM-nya harus dibikin terampil dulu. Saya yakin dan percaya orang kalau ahli satu saat dia akan kembali ke daerahnya untuk bangun daerahnya,” tegasnya.

Menurut Stephen, NCSA yang setingkat Diploma 1 ini didukung oleh chef-chef dari hotel berbintang. “Pengajarnya bukan chef yang nganggur, bukan chef yang cari kerja. Tetapi yang benar-benar masih aktif,” tandasnya.

Pengunjung acara Sushi Making Class sedang mengamati sushi buatan Chef Edi Santoso.

Keberadaan chef yang masih aktif di dunia perhotelan tersebut, diperlukan agar bisa memberi masukan mengenai tren yang sedang terjadi di hotel berikut permasalahan yang sedang terjadi. “Dengan demikian murid-murid bisa langsung nyambung dengan industrinya,” ungkap Stephen.

Manfaat lainnya, kata Stephen, jika guru tahu ada murid pintar pasti punya kemungkinan besar untuk dijadikan staf. “Karena itu, kami nggak ambil banyak murid. Cukup 40 orang per-kelasnya, supaya guru tahu persis siapa saja yang dididik, guru tahu masing-masing kekurangan dan kelebihan muridnya,” urainya.

Stephen menambahkan pula setiap murid baru akan menjalani masa pendidikan teori dan praktik di dalam kelas selama tiga bulan. Selanjutnya murid itu menjalani job training di hotel bintang lima selama enam bulan,” tuturnya.

Selain bisa masuk di semua hotel berbintang di Tanah Air, Stephen menyatakan murid NCSA bisa pula menjalani job training di sejumlah hotel di Tiongkok dan Malaysia. “Kami sudah jalin kerjasama dengan hotel di dua negara itu,” ucapnya. dit