banner 468x60

Ingin Jadi Pemuda Hebat? Begini Tips dari Motivator Bram Hayomi

493 views
iklan
Bram Hayomi saat memberikan motivasi pada para pemuda di acara yang diselenggarakan Dispora Kota Surabaya di Taman Flora Surabaya.

penakita.com | SURABAYA – Ingin jadi pribadi yang hebat? Caranya gampang, cukup bekali diri dengan kemampuan personal yang bagus.

Karena kemampuan personal ini pula yang bakal diandalkan saat berada di tengah masyarakat. “Agar jadi pemuda yang bisa menantang jaman, strateginya adalah bekali diri dengan kemampuan masing-masing, kemampuan yang jadi passion!”

Penegasan itu disampaikan motivator nasional, Bram Hayomi di hadapan sekitar 100 pemuda terpilih kota Surabaya. Acara yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Surabaya bersama Hayomi Personal Development (Lembaga Pengembangan Diri dan Profesi Indonesia) ini sangat unik lantaran diadakan di bawah rerimbunan Taman Flora (Kebon Bibit Bratang) Surabaya.

Bram Hayomi menambahkan, pembentukan pribadi yang hebat diawali dari diri sendiri. “Dan ketika pribadi-pribadi yang baik dan hebat ini berkumpul dalam sebuah organisasi, maka bakal hadir pula organisasi yang hebat karena didukung kekuatan pribadi yang luar biasa,” imbuh mantan Gus Jember 1992 ini.

Dalam kesempatan tersebut, M Afghani Wardhana S SE MM, Kepala Dispora Kota Surabaya menyatakan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu merupakan agenda rutin.  Dan targetnya adalah pemuda-pemuda terpilih dari berbagai sekolah dan unsur kepemudaan di Kota Surabaya.  

“Pentingnya wawasan keilmuan sebagai bekal melangkah di kehidupan bermasyarakat sangat diperlukan pemuda yang Insha Allah akan banyak manfaatnya,” kata Wardhana.

Ditekankan Wardhana, pesan yang disampaikan di acara tersebut diantaranya juga untuk mewujudkan keinginan Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya yang ingin mewujudkan hadirnya sosok pemuda hebat yang punya kemampuan interaksi bagus di tengah masyarakatnya.  

“Karena itu, pembinaan bagi pemuda khususnya Surabaya ini sangat penting agar mereka benar-benar siap ketika diterjunkan ke masyarakat,” tandasnya. dit

author