banner 468x60

Ini Alasan Lumba-lumba Berguna untuk Terapi Autis

475 views
iklan

1059331728_1359496539Penakita | SURABAYA – Autisme, atau suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi normal. Meski sekilas berbahaya, rupanya masalah ini dapat diselesaikan dengan banyak cara, salah satunya menggunakan jasa lumba-lumba.

Musik, okupasi, wicara dan tingkah laku, berbagai terapi alternatif biasa digunakan untuk terapi penyadang autisme. Dan dari berbagai terapi tersebut, media lumba-lumba adalah terapi unik yang dipercaya ampuh mengatasi masalah autisme.

Rahasia kesuksesan terapi lumba-lumba terletak pada gelombang sonar yang biasa digunakan hewan ini untuk berkomunikasi. Bagi masalah autisme, cara ini dipercaya dapat merangsang otak manusia untuk memproduksi energi yang ada dalam tulang tengkorak, dada, dan tulang belakang pasien. Sehingga, dengan cara ini pasien autisme dapat membentuk keseimbangan antara otak kanan dan kiri.

Seperti dikutip dari parenting, selain itu, gelombang suara dari lumba-lumba juga dapat meningkatkan neurotransmitter. Itu sebabnya beberapa ahli menyatakan terapi lumba-lumba baik untuk para penderita gangguan saraf. Terapi lumba-lumba bahkan disebut mampu meningkatkan kemampuan bicara dan keahlian motorik anak autistik.

Terapi ini ditemukan oleh  Dr David Nathanson PhD pada tahun 1980. Ilmuwan di The Dolphin Human Therapy Centre di Florida, Amerika Serikat ini menyatakan, sesi terapi berlangsung di kolam renang. Pasien diminta berenang, menyentuh, memberi makan, hingga mengelus lumba-lumba.

Tentunya yang digunakan adalah lumba-lumba jinak yang sudah terlatih. Selanjutnya, program terapi didesain sesuai kebutuhan anak dengan bimbingan khusus. adi

author