Ini Aturan Yang Benar Minum Air Putih

Minum air putihPenakita | SURABAYA – Air ternyata tidak selalu baik untuk tubuh. Apalagi bila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Menurut Merryana Adriani, pakar gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair), kebutuhan air per hari setiap individu dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya, aktivitas fisik, cuaca, diet, berat badan, jenis kelamin dan kondisi kesehatan.

Karena itu, lanjut Merryana, sebaiknya seseorang minum air putih secukupnya. Yang disesuaikan yaitu 0,03 liter/kg berat badan kita. “Jadi dianjurkan 2 liter per hari itu cukup untuk orang sehat. Berbeda dengan kebutuhan penderita ginjal,” ungkapnya.

Karena itu pula, anggapan bahwa setiap orang wajib mengkonsumsi air putih sebanyak 8 gelas sehari atau dua liter sehari tidak sepenuhnya benar. Jika kekurangan mengkonsumsi akan menimbulkan penyakit ginjal, begitupula bila terlalu berlebihan minum air putih akan menimbulkan hiponatremia.

Hiponatremia adalah kondisi yang terjadi ketika kadar natrium dalam darah pada kondisi rendah abnormal. Natrium merupakan elektrolit yang membantu mengatur jumlah air di dalam dan di sekitar sel-sel tubuh. Sementara jika terlalu banyak konsumsi air putih menyebabkan natrium dalam tubuh menjadi rendah.

Dalam kondisi ini, kadar cairan tubuh meningkat, sel-sel dapat mulai membengkak. “Air tersebut masuk ke tubuh ketika konsentrasi darah rendah, akhirnya bisa masuk sel otak. Ini dinamakan udima, yaitu cairan yang masuk sel-sel otak. Pembengkakan ini dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, dari ringan hingga parah,” paparnya.

Merryana menganjurkan, untuk memenuhi target perhari dengan minum air putih saat haus dan dahaga. Satu gelas air putih sebelum tidur dan bangun tidur. Saat paling tepat adalah setelah aktivitas fisik, seperti berolahraga, bekerja, setelah makan, hingga menyelesaikan pekerjaan rumah misal menyapu lantai.

“Yang penting minum pelan-pelan, tubuh akan menyeimbangkan dengan sendirinya,” tuntasnya. ari