banner 468x60

Ini Cara Sekolah di Kota Malang Tutup Biaya Operasional Karena Tak Boleh Lakukan Pungutan ke Siswa

iklan

uang-2Penakita | MALANG – Sejumlah sekolah di Kota Malang terpaksa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk menutup biaya operasional lantaran tak boleh lagi melakukan pungutan pada siswa. Dana BOS dari pemerintah pusat maupun daerah yang diterima siswa besarnya sekitar Rp 1.000.000 pertahun.

Rinciannya, dana BOS nasional Rp 710.000 persiswa/tahun, sedang BOS daerah Rp 300.000 persiswa/tahun. “Untuk sejumlah kegiatan lain tetap akan kami jalankan. Kalau dananya belum turun akan kami informasikan ke wali murid dananya belum ada,” ujar Burhanuddin, Kepala SMP Negeri 3 Kota Malang.

Lebih lanjut Burhanuddin menyatakan, sejumlah kegiatan lain tersebut yakni, pemantapan bagi siswa dalam menghadapi ujian nasional dan perbaikan ringan sejenis mengganti papan tulis, kursi serta meja yang kondisinya sudah rusak. “Yang penting kami tidak melakukan penarikan sumbangan,” katanya.

Menurut Burhanuddin, para kepala sekolah kini sangat berhati-hati untuk melakukan penarikan biaya pada siswa. Bahkan untuk keperluan Idul Adha pun pihaknya tidak melakukan pungutan.

Diakui, pihaknya hanya memberitahukan ke siswa jika ingin menyumbang untuk kurban ke sekolah tetap akan diterima. “Kalau tahun kemarin ada nominalnya untuk sumbangan kurban. Sekarang tidak ada, hanya sukarela,” tandasnya.

Kehati-hatian para kepala sekolah ini bisa dimaklumi. Pasalnya Wali Kota Malang, Muhammad Anton mengancam bakal memecat kepala sekolah yang nekad melakukan pungutan ke siswa. Menurut pria yang akrab disapa Abah Anton ini, pelaksanaan sekolah gratis sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi dan harus sudah dilaksanakan mulai September 2013.

Abah Anton menambahkan, penerapan sekolah gratis tersebut tidak perlu menggunakan peraturan wali kota (Perwali) karena sudah ada Perda yang mengatur. Untuk pelaksanaannya, ia akan mengeluarkan surat keputusan wali kota. sum

author