banner 468x60

Ini Saran Rektor Unipa Agar Pemalsu Ijazah Jera

479 views
iklan

ijazah_palsuPenakita | SURABAYA – Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (Unipa), Sutijono berharap, dasar hukum yang dipakai untuk pelaku pemalsuan ijazah yang menggunakannya untuk keperluan sertifikasi tidak cuma Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Aparat, menurut Sutijono, juga bia mengacu pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang menetapkan denda Rp 1 miliar bagi pelaku pemalsuan ijazah.

“Sanksi tersebut diharapkan bisa menimbulkan efek jera. Selain itu, saya pun berharap ada sanksi birokrasi dari pemerintah sehingga ini tidak terjadi lagi,” cetus Sutijono.

Lebih lanjut, Sutijono menyatakan, fenomena kecurangan yang melibatkan tenaga pendidik itu sangat memprihatinkan bagi pertumbuhan karakter bangsa. “Tentu sangat disayangkan. Para pendidik yang bertugas mencetak kader bangsa ini malah melakukan tindak ilegal yang tentu tidak bermartabat,” ucapnya.

Lebih lanjut Sutijono menekankan, banyak masyarakat memanfaatkan guru-guru ini dengan membujuknya untuk bisa mendapatkan ijazah instan. Dan yang lebih memprihatinkan, guru yang sebagai sasaran tembak tergoda untuk mengikuti cara-cara tidak terpuji tersebut.

Karena itu pula, Sutijono berharap ada sanksi lebih berat bagi pelaku pemalsuan ijazah sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi. “Jatuhkan sanksi lebih berat untuk memberi efek jera,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui panitia Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon 142 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (Unipa) menemukan adanya ijazah palsu yang digunakan oknum guru asal Sumenep untuk mendapat Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) bagi guru bersertifikasi.

Ijazah palsu milik seorang guru yang tercatat sebagai PNS golongan IV di Kabupaten Sumenep dan masih aktif mengajar ini ditemukan panitia yang menyeleksi berkas sertifikasi guru dalam jabatan. Panitia PLPG Rayon 142 Unipa curiga lantaran blanko yang digunakan guru itu tidak sama dengan yang dikeluarkan PLPG. ari

author