banner 468x60

Ini Saran Wapres Agar Anak Muda Menyenangi Seni Tradisional

312 views
iklan

Wakil Presiden, BoedionoPenakita | JAKARTA – Di tengah gencarnya globalisasi, peminat seni tradisional –khususnya kalangan muda– pun memperlihatkan penyusutan. Karena itu tak ada pilihan lain kecuali memasukkan seni tradisional ke dalam kurikulum agar warisan budaya tersebut tidak hilang.

Wapres Boediono menekankan agar upaya memasukkan seni tradisi ke sekolah melalui pendidikan intra atau ekstrakurikuler harus terus diaktifkan. “Peminat seni tradisi memang tidak akan hilang. Namun, besar kemungkinan bakal menyempit hanya pada sekelompok pecinta dan pemerhati khusus,” kata Boediono dalam acara Wayang World Puppet Carnival 2013 di Taman Mini Indonesia Indah, kemarin.

Dalam kondisi persaingan dunia global yang ketat sekarang, lanjut Boediono, pelestari budaya senior tidak bisa berharap bahwa seni tradisi bisa menjadi budaya masal. “Sekarang, anak muda dihadapkan banyak pilihan. Untuk mengambil hati mereka, seni tradisi harus dikemas sesuai perkembangan jaman. Jadi memang tidak ada pilihan lain selain seni tradisi berupaya menjadi bagian dari apa yang mereka pilih dan terus mengembangkan kebudayaan dengan pendekatan kemasan dan variasi yang menarik bagi zamannya,” pesan Boediono.

Boediono  meyakini budaya bukanlah sebuah hasil akhir yang statis. Meski esensi dasarnya sama, namun kemasan, penampilan atau variasi dari zaman ke zaman akan selalu berubah. Esensi wayang pun bisa bermacam-macam.

“Apakah digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai dasar yang kita yakini, yakni mengenai pertentangan antara yang buruk dan yang baik, mengenai sifat ksatria atau mengenai kejujuran, itu semua tergantung dari upaya kita merumuskan yang mana yang ingin kita sampaikan,” tandasnya.

Ditambahkan mantan Gubernur Bank Indonesia ini, kunci melestarikan budaya tradisi adalah upaya untuk merangkul generasi muda ke dalam upaya pelestariannya. “Kesuksesan kita dalam melestarikannya adalah sampai sejauh mana generasi saat ini bisa mentransmisikan esensi dari suatu budaya tertentu kepada mereka yang lebih muda. Inilah yang harus kita rumuskan dengan tepat,” imbuhnya.

Boediono pun mencontohkan, seni suara opera di Italia yang tidak menjadi budaya masal namun tetap diapresiasi dan dipelihara dengan baik. Di samping itu, seni tradisi itu pun benar-benar diperhatikan esensi serta pembibitan generasi muda.

“Inilah bentuk realistis yang bisa kita dapat dari seni budaya kita. Ini yang dihadapi generasi muda kita sehingga budaya klasik ini bisa terus berkembang,” ucapnya. dde

author