banner 468x60

Ini Sikap Wali Kota Malang Soal Tarikan di SMKN 10

44 views
iklan

uang_kuliahPenakita | MALANG – Wali Kota Malang, Mohammad Anton menegaskan, SMA dan SMK diimbau tidak menarik biaya apapun terlebih dahulu. Sebab, pihaknya akan membuat peraturan wali kota (Perwali) mengenai ketentuan penarikan biaya sumbangan pengembangan pendidikan (SBPP) dan sumbangan pengembangan pendidikan (SPP).

Penegasan itu disampaikan Anton menyusul merebaknya polemik tarikan uang gedung di SMKN 10. “Saya sudah katakan kepada SMA dan SMK tidak boleh mengikat kalau mau menarik biaya. Atau kalau mau aman, jangan menarik dulu, tunggu Perwali sampai Oktober,” tandasnya.

Ditambahkan pula, dirinya tidak ingin lagi mendengar ada keluhan wali murid yang ditarik biaya SBPP mengikat. Jika masih ada pengaduan dan keluhan seperti itu, Anton berjanji akan menindak tegas pihak sekolah yang bersangkutan.

“Kalau saya dengar lagi ada tarikan mengikat, langsung saya sanksi. Tidak ada toleransi,” cetusnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang, Sri Wahyuningtyas meminta pihak SMKN 10 untuk mengembalikan uang wali murid yang sudah terlanjur membayar. “Kalau ada wali murid yang sudah membayar, pihak SMKN 10 harus mengembalikan,” demikian ujar wanita yang akrab disapa Yuyun ini.

Sementara Kepala SMKN 10, Haryanto, menepis adanya ketentuan mengenai tarikan Rp 2.000.000–Rp 2.500.000. “Tidak ada ketentuan skema-skema pembayaran itu. Saya sudah sampaikan ke Kadindik. Yang ada sumbangan sukarela, dan jika ada yang tidak mampu, kami gratiskan,” paparnya. sum

author