banner 468x60

Ini Syaratnya Agar Sanksi Panitia SNMPTN Dicabut

429 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | MALANG – Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Hendyat Sutopo mengingatkan agar sekolah-sekolah tidak memberikan data palsu ketika mendaftarkan siswanya di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Perguruan tinggi negeri (PTN), ditekankan Hendyat, memiliki data akurat mengenai nilai seluruh siswa karena sudah menggandeng dinas pendidikan (dindik) di seluruh wilayah Indonesia.

Jika ada sekolah yang memalsukan data, lanjut Hendyat, sanksi tegas akan diberikan berupa pembatalan seluruh siswa sekolah tersebut dari SNMPTN 2014. Lembaga itu juga akan dibekukan dari SNMPTN tahun berikutnya, sampai Dindik dan Pemda setempat melakukan hukuman administrasi kepada sekolah tersebut.

Sanksi dari panitia SNMPTN baru bisa dicabut bila Dindik atau pemda setempat sudah melaporkan mengenai hukuman yang diberlakukan pada sekolah yang melanggar tersebut. “Misalnya kepala sekolahnya dicopot, dan Dindik serta Pemda setempat harus melaporkan ke panitia SNMPTN. Kalau tindakan itu sudah dilakukan, baru pembekuan dicabut,” tegasnya.

“Jadi jangan main-main dengan data, karena kami sendiri juga memilikinya,” cetus Hendyat.

Terkait pemberlakuan nilai ujian nasional (NUN) pada SNMPTN mendatang, Hendyat yang juga menghadiri peluncuran SNMPTN di Bandung beberapa waktu lalu ini menambahkan UM pun akan memberlakukan klasifikasi bobot NUN sekolah-sekolah di Indonesia.

Namun Hendyat belum bisa memastikan berapa persen pembobotannya. Menurut Hendyat, hal itu diserahkan ke masing-masing kampus.

“Kami sendiri masih belum menentukan berapa persen. Mungkin nanti sesuai kualitas sekolah. Akan kami rapatkan lagi,” pungkasnya. sum

author