banner 468x60

Ini Tips Agar Sarjana Mudah Menembus Dunia Industri

395 views
iklan

Universitas Brawijaya1Penakita | MALANG – Lulusan sebuah perguruan tinggi tidak cukup berbekal IPK tinggi untuk bisa menembus dunia kerja. Hal lain yang diperlukan adalah kreativitas, inisiatif, dan kepekaan sosial. Karena itu, Universitas Brawijaya (UB) selalu membekali lulusannya dengan tiga hal mendasar tersebut sehingga mudah mendapatkan pekerjaan.

Guna memberikan bekal tiga kebutuhan mendasar bagi dunia industri itu pula UB sering mengadakan pelatihan dan pengembangan karier tiap dua bulan sekali. “Semua pelatihan ini gratis untuk lulusan UB. Mereka kami berikan materi apa saja yang dibutuhkan dunia industri,” ujar Nia Kurniawan DSc, Kepala Unit Job Placement Center (JPC).

“Modal IPK 3,5 sudah banyak. Tapi yang memiliki tiga hal ini yang sulit. Melalui pelatihan-pelatihan yang kami adakan, ketiga hal itu diupayakan bisa dimiliki lulusan UB,” ungkap Nia yang juga pakar biologi.

Disamping pelatihan, lanjut Nia, JPC UB juga rutin menggelar jobfair untuk memudahkan perusahaan mencari lulusan terbaik UB dengan spesifikasi keahlian yang diinginkan. “Jobfair yang kami gelar memang terbuka untuk umum. Tapi secara khusus, hal ini untuk memudahkan alumni kami mendapat pekerjaan,” tuturnya.

Dengan bekal itu pula, menurut Nia, lulusan UB paling lama enam bulan setelah wisuda sudah mendapat pekerjaan. “Masing-masing fakultas memang berbeda tenggang waktunya. Tapi jika dirata-ratakan, maksimal enam bulan lulusan UB sudah tidak lagi menganggur, alias sudah diterima kerja di berbagai perusahaan,” ucap Nia.

Di antara lulusan UB, lanjut Nia, yang paling cepat terserap kerja adalah dari Fakultas Teknik dan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. “Kedua fakultas ini banyak yang sudah melakukan MoU dengan dunia industri, jadi setelah lulus langsung direkrut. Bahkan di beberapa jurusan di fakultas ini kurikulumnya sudah disesuaikan dunia industri sehingga perusahaan tidak perlu lagi menggelar pelatihan bagi alumni UB,” imbuhnya.

Ditambahkan pula, mempertahankan angka tenggang waktu hingga enam bulan ini akan semakin menantang karena jumlah mahasiswa UB perangkatan dua tahun belakangan sudah di angka 15.000-an lebih. “Kami akan lakukan jobfair tiap dua atau tiga bulan sekali guna mengakomodir lulusan kami. Selain itu juga untuk mempertahankan angka 0-6 bulan itu,” pungkasnya. sum

author