banner 468x60

Ini yang Perlu Diperhatikan Agar Anak Cukup Gizi

436 views
iklan

indy barends gizi burukPenakita | SURABAYA –  Jika anak kurus diasumsikan kurang gizi, maka anak yang gendut tidak berarti kelebihan gizi. Sebab, di dunia kesehatan tidak dikenal istilah kelebihan gizi.

“Salah satu indikasi kurang gizi adalah kurus. Tapi bukan bearti anak yang gendut dianggap kelebihan gizi. Karena tubuh yang gendut terjadi karena pola makan anak yang tak teratur,” tegas Dra Sukesi Apt, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan KB Pemprov Jatim.

Tampil dalam media lunch yang digelar Mayora Group di Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu (30/10/2013), Sukesi mencoba meluruskan presepsi tentang gizi anak yang muncul selama ini. Menurut Sukesi kurang gizi maupun obesitas sama mengkhawatirkannya karena dapat menghambat produktivitas anak dan penciptaan generasi muda Indonesia yang lebih maju.

Ironisnya, lanjut Sukesi, kedua kasus ini terjadi di hampir semua daerah di Indonesia terutama di Jawa Timur yang perbedaan kualitas dan taraf hidup antara perkotaan dan pedesaannya begitu jauh terbalik. “Kurang gizi banyak ditemukan di kawasan urban yang miskin dan pedesaan. Sedangkan angka obesitas juga tak kalah banyaknya, akibat banyaknya pilihan makan cepat saji maupun snack atau camilan yang tak sehat,” bebernya.

Ditegaskan pula, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 dari Kementerian Kesehatan membeberkan satu dari tiga anak mengalami stunted atau kekurangan gizi yang mengakibatkan tubuh pendek dan kurus. Namun sebaliknya, satu dari enam anak malah mengalami kelebihan berat badan (overweight).

“Selama ini ada anggapan yang keliru di masyarakat Jawa Timur, seperti kalau makan harus banyak biar sehat dan gemuk. Padahal pemikiran seperti itu salah kaprah, anak-anak butuh makanan yang beragam dan bergizi serta tak memberikan dampak negatif pada tubuh, asal banyak saja itu tak bisa mencukupi kebutuhan gizi mereka,” ujar Sukesi.

Tak hanya cukup gizi, anak-anak juga harus aktif bergerak untuk membakar lemak yang tak diperlukan oleh tubuhnya. Salah satu caranya dengan bermain. Disinilah diperlukan peranan besar ibu-ibu untuk memberikan gizi yang cukup bagi anaknya, terutama camilan yang sehat.

“Tak bisa dipungkiri anak-anak sangat suka sekali mengonsumsi camilan. Dan biasanya lalu muncul banyak masalah, banyak kasus keracunan saat mengonsumsi camilan tertentu. Namun bahaya lain yang tak langsung keliatan adalah camilan yang mengandung lemak sehingga tanpa disadari tubuh anak semakin gendut dan menderita obesitas,” ujarnya.

Lalu camilan seperti apa yang baik dan aman untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak? Ditekankan Sukesi, camilan yang sehat adalah yang mengandung vitamin dan mineral serta yang terpenting harus kaya serat dan higienis. ari

author