• Home »
  • Headline »
  • Inilah Cara SD Vita School Surabaya Menanamkan Pola Hidup Sehat pada Muridnya

Inilah Cara SD Vita School Surabaya Menanamkan Pola Hidup Sehat pada Muridnya

Murid-murid SD Vita School Surabaya belajar memasak gado-gado sebagai bagian dari program Healthy Friday.

Penakita | SURABAYA – Tak semua anak suka mengonsumsi makanan berbahan sayuran. Melalui kegiatan Healthy Friday yang diantaranya mengolah langsung sayuran menjadi aneka jenis masakan, diharapkan tumbuh rasa suka pada sayuran tersebut.

Tiap hari Jumat, murid-murid Vita School Surabaya secara bergiliran berkebun di area sekolah mereka sendiri. Tiap kelompok murid punya’kavling’ kebun hidroponik mereka sendiri-sendiri yang mereka semai, rawat, dan lalu dipanen.

Sayuran yang ditanam saat ini adaah sawi dan selada. “Nantinya ada juga kangkung, serta jenis sayuran lain yang bisa ditanam dengan sistem hidroponik,” ungkap Linda Candranigia, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SD Vita School Surabaya.

Sekolah ini juga secara khusus mendidik ‘tim dokter kecil’ yang memahami segala jenis tanaman dan manfaatnya bagi kesehatan. Melalui ‘tim dokter kecil’ ini pula virus hidup sehat ditularkan ke murid-murid lainnya.

Selain mengajarkan pola hidup sehat melalui program Healthy Friday, Vita School Surabaya juga memberlakukan aturan secara ketat pada catering yang memasok makanan buat anak-anak di sekolah itu. “Menu yang disajikan di kantin harus terjamin kesehatannya,” tegas Helena Debora, Kepala SD Vita School Surabaya.

Pihak sekolah, lanjut Debora, hanya memilih perusahaan catering yang sudah mengantongi sertifikat untuk bisa berjualan di kantin sekolah. “Menu yang tersaji harus dijamin tanpa pewarna buatan dan juga tanpa MSG,” imbuhnya.

Program sekolah sehat ini, lanjut Debora, tak hanya mengajarkan tanggung jawab dan respek pada sesama. “Sebelum respek pada orang lain, anak-anak harus bisa respek pada diri sendiri terlebih dulu dengan memperhatikan unsur kesehatan pada setiap makanannya,” tandas Debora.

Dengan belajar mengolah dan memilih makanan sehat setiap hari selama di sekolah, diharapkan bisa diterapkan dalam keseharian anak-anak di luar sekolah. “Nantinya mereka akan menjauhi junkfood, dan lebih suka makan makanan yang sudah terjamin kesehatannya,” tutur Debora. dit