banner 468x60

Inilah Penyebab Tertundanya UN di 11 Provinsi

420 views
iklan

ujian nasionalPenakita | JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, akhirnya memenuhi janjinya mengumumkan hasil investigasi Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait karut marut pelaksanaan ujian nasional (UN) beberapa waktu lalu. Menurut M Nuh, ada empat alasan penundaan UN yang terjadi di 11 provinsi Indonesia.

Alasan pertama, kata Mendikbud, terkait daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) yang baru keluar tanggal 13 Maret 2013. Sementara kontrak dilaksanakan pada tanggal 15 Maret, padahal anggaran itu sudah disetujui DPR RI pada 21 Desember 2012.

“Mandeknya di Kementerian Keuangan. Sudah disurati tak ada jawaban sampai akhirnya dibawa ke ratas (rapat terbatas) dengan Presiden 28 Februari 2013, akhirnya baru turun 13 Maret,” papar mantan Rektor ITS ini.

Alasan kedua, yaitu kelemahan manajerial di Kemendikbud berkaitan dengan penyampaian master naskah UN dari Pusat Penilaian Pendidikan yang tidak diserahkan keseluruhan pada percetakan yang akan menggandakan naskah tersebut.

“Diberikannya bertahap, yaitu tanggal 15 Maret, 18 Maret, dan 23 Maret,” bebernya sambil menambahkan, Itjen Kemendikbud sebetulnya sudah memberi peringatan mengenai titik-titik lemah dalam penyelenggaraan UN 2013.

Namun, peringatan itu tidak direspons dengan baik oleh Balitbang. “Itjen sudah kasih early warning tentang hal kritis, tapi tidak direspons dengan baik, sehingga terjadilah hal yang tidak diinginkan,” kata M Nuh.

Sedang alasan ketiga adalah kelemahan di PT Ghalia Indonesia Printing, selaku pencetak naskah UN, dan kesiapan dalam mencetak soal hingga mendistribusikannya ke daerah-daerah tujuan sesuai paket yang dimenangkan oleh masing-masing percetakan.

“Ada persoalan teknis sendiri pada saat persiapan cetak, dari masalah packing hingga kesulitan menggabungkan antaran naskah dan LJUN,” cetusnya.

Alasan keempat, disebutkan Mendikbud, terkait sisi pengawasan. Berdasar hasil audit, pelaksanaan tugas tim pengawas di percetakan untuk melakukan validasi data peserta UN dengan kebutuhan amplop naskah UN di setiap sekolah tidak berjalan baik.

“Inilah yang mengakibatkan masih adanya kejadian kekurangan amplop naskah UN dan salah alamat pengiriman amplop naskah UN,” ucap Mendikbud. dde

author