Inilah Solusi Nyeri Sendi dari Universitas Brawijaya

Tim J Rest Universitas Brawijaya, Malang meraih medali perak di Pimnas 2014

Tim J Rest Universitas Brawijaya, Malang meraih medali perak di Pimnas 2014

Penakita | MALANG – Inilah temuan yang tentu bermanfaat bagi kaum manusia lanjut usia (manula). Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang ini berhasil menemukan obat nyeri sendi atau Osteoastiristis.

Berkat penelitian yang diberi judul J-Rest atau singkatan dari Joint Regeneration and Conservation Therapy, mahasiswa jurusan Pendidikan Dokter UB ini meraih medali perak di ajang Pimnas 2004.

“Judul ini merupakan metode pengembangan terapi osteoartriti berbasis mobilisasi mesenchymal stem cells dan lubrikasi cendi,” kata Khoiru Nissa, ketua tim dari jurusan Pendidikan Dokter UB.

Selain Nissa, tim ini diperkuat teman-temannya yaitu Aditya Indra, Surya Iman Muhammad, Alan Vahlevi, dan Andrian Tribwibawanto. Menurut Nissa, penelitian mereka tak hanya membuahkan hasil berupa obat yang bisa mengurangi nyeri pada sendi. Temuan mereka juga bisa menghilangkan penyakit yang selalu hinggap pada manula.

“Biasanya obat seperti itu hanya mengurangi rasa sakit, tetapi dengan tanaman ini mereka bisa benar-benar sembuh,” ungkapnya.

Yang lebih istimewa, lanjut Nissa, adalah biaya yang murah. Mereka mengaku hanya menghabiskan uang hingga Rp 2 juta untuk seluruh penelitan yang mereka lakukan sejak empat bulan lalu. Biaya ini merupakan biaya perjalanan, dan operasional mereka saja.

Dibanding biaya pengobatan para penderita nyerinya, biaya ini jauh lebih murah. Nissa lalu membandingkan, pengobatan para penderita nyeri sendi bisa di atas Rp 50 juta. Tetapi, obat yang dikonsumsi penderita nyeri itu selama ini tidak membuat sembuh.

“Obat ini hanya meredakan rasa nyerinya. Kalau tidak diminum maka akan kambuh lagi,” katanya.

Karena itu mereka mencari metode yang tepat dalam pengobatan tersebut. Mereka mencari lewat internet, bertanya dan menelusuri berbagai jurnal internasional untuk pengobatan tersebut, dengan bimbingan dr Maimun Zulhaidah Arthamin Mkes Sppk (k).

Hasilnya, mereka menemukan literatur yang menuliskan ada zat bernama Fucodian yang bisa menghambat pelepasan sel-sel di sendi yang mengakibatkan rasa nyeri. “Setelah kami telusuri ternyata zat itu ada di tanaman rumput laut yang berwarna coklat. Nama latinnya adalah Sargassum sp,” ungkap mahasiswi angkatan 2011 ini. sum