Inilah Tanaman Obat untuk Penghilang Nyeri Sendi

Ganggang laut atau Sargassum sp.

Ganggang laut atau Sargassum sp.

Penakita | MALANG – Apa itu Sargassum sp atau Fucodian, yang diyakini jadi penghambat pelepasan sel-sel di sendi yang mengakibatkan rasa nyeri pada sendi? Menurut mahasiswa jurusan Pendidikan Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, Sargassum SP adalah tanaman yang tumbuh merambat diantara rumput laut. Bentuknya menyerupai alga dan memiliki banyak daun di tiap batangnya.

Tanaman ini juga tidak populer, terutama di Jawa Timur. Petani rumput laut selalu membuangnya jika menemukan tanaman ini, karena beranggapan Sargassum sp adalah hulma, atau penganggu pertumbuhan rumput laut.

Menurut Khoiru Nissa, ketua tim dari jurusan Pendidikan Dokter UB, dia dan teman-temannya yang bersama melakukan penelitian juga melihat kenyatan tersebut saat berkunjung ke Pulau Madura dua bulan lalu. Di pulau ini, lanjutnya banyak petani rumput laut yang membuang Sargassum Sp ke daratan, dan membiarkan tanaman membusuk, lalu menjadi kompos bagi tanaman sekitar.

“Sargassum sp sebetulnya sudah digunakan sebagai obat herbal di banyak daerah. Tetapi, harus diakui kalau tanaman ini memang belum popular di kita,” tutunya.

Ditambahkan Nissa, Sargassum sp mengandung Zat Fucoidan sebesar lima persen. Jumlahnya sangat kecil, daripada mineral dan zat lain yang terkandung di dalam tanaman ini. Karena itu mereka harus mengekstrak tanaman tersebut terlebih dulu untuk mendapatkan zat Fucoidan yang murni.

Setelah proses ini selesai, mereka lantas mengujicobakan kemampuan zat tersebut pada dua ekor tikus yang sudah disuntik penyakit nyeri sendi. Hasilnya, tikus itu kembali sehat. Sementara, tikus yang tak disuntik zat Fucodian menunjukkan kaki yang membesar.

“Obat ini manjur, tetapi kami belum bisa mencobanya pada manusia karena masih ada banyak tahapan lagi yang harus dilalui. Salah satunya harus ditulis di artikel jurnal internasional lebih dulu,” cetus Aditya.

Meski tanaman ini bisa dimakan para penderita, lanjut Aditya, namun belum tentu efektif. “Karena kalau dimakan, maka perut akan mencernanya dan menyerap zat-zat dalam tanaman. Ini mengurangi kandungan zat fucoidan itu,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, berkat penelitian yang diberi judul J-Rest atau singkatan dari Joint Regeneration and Conservation Therapy, mahasiswa jurusan Pendidikan Dokter UB ini meraih medali perak di ajang Pimnas 2004. Judul ini merupakan metode pengembangan terapi osteoartriti berbasis mobilisasi mesenchymal stem cells dan lubrikasi cendi.

Penelitian mereka tak hanya membuahkan hasil berupa obat yang mengurangi nyeri pada sendi. Temuan mereka juga bisa menghilangkan penyakit yang selalu hinggap pada manula. Biasanya obat seperti itu hanya mengurangi rasa sakit, tetapi dengan tanaman ini penderita nyeri sendi bisa benar-benar sembuh. sum