• Home »
  • Sosok »
  • Inilah Tips Sukses Niluh Djelantik Tembus Pasar Luar Negeri

Inilah Tips Sukses Niluh Djelantik Tembus Pasar Luar Negeri

Niluh Djelantik

Niluh Djelantik

Penakita | SURABAYA – Meski banyak entrepreneur luar negeri yang gagal dalam pendidikan di perguruan tinggi bisa meraih sukses berkarier, Niluh Djelantik tetap beranggapan bahwa pendidikan itu penting. Desainer sepatu asal Pulau Bali ini menegaskan, pendidikan akan mengubah pola pikir dan dasar penting melangkah ke tangga selanjutnya.

“Saya sangat tidak setuju ada anggapan sukses tak harus sekolah. Kalau mau sukses karier dan menjalani kehidupan ini ya harus tuntas pendidikannya,” cetus perempuan kelahiran 15 Juni 1975 ini.

Walau begitu, Niluh tak menepis bahwa dirinya tak pernah menggunakan ijazah sarjananya untuk melamar kerja. “Bagi saya, manfaat pendidikan adalah memberikan pengalamanan dan nilai tambah ketika seseorang harus berwirausaha,” ucapnya.

Pemilik nama lengkap Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik ini lalu menyarankan calon mahasiswa agar pintar memilih tempat belajar. Baginya belajar tidak sekadar mendengarkan, mencatat, pulang dan mengerjakan tugas.

Selebihnya, lanjut Niluh, mahasiswa harus mencoba mandiri dengan melakukan praktek kerja sambil kuliah. Jika jadwal padat, pekerjaan itu bisa dilakkan paruh waktu (part time).

”Kalau hanya kuliah dan kuliah, ketika masuk kerja maka saingannya adalah lulusan SMA yang sudah bekerja lima tahun sambil kuliah, pasti keteteran,” ucap mantan Direktur Marketing perusahaan fashion milik orang Amerika ini.

Ditekankan Niluh, usaha apapun harus memiliki jiwa, dilakukan sepenuh hati, dan berpegang pada prinsip. “Ketiga hal tersebut akan membedakan kalian dengan pribadi lainya,” saran Niluh yang produknya pernah digunakan selebritis dunia seperti Julia Robert, Uma Thurman, supermodel Gisele Bundchen, Tara Reid, dan Robyn Gibson.

Diakui Niluh, untuk bisa sukses setiap usaha pasti ada masalah yang menyertai. Dua kendala besar yang pernah dialaminya adalah soal birokrasi dalam pengurusan perizinan serta proses regenerasi.

”Tidak mudah untuk mengubah mindset bahwa bekerja di pabrik sepatu itu kurang layak, ini tantangan terbesar yang harus kita lewati dalam perkembangan teknologi yang tinggi saat ini,” ujarnya.

Meski kini banyak sekali produk sepatu yang diproduksi masal, Niluh tidak tertarik untuk mencobanya. Niluh yang tahun ini akan membuka kembali pangsa pasar Eropa dan Amerika ini tetap memilih produksi terbatas sesuai pangsa pasar yang sudah dijelajahinya.

”Satu yang tidak bisa diambil itu kesetiaan pelanggan. Perlu waktu untuk menciptakan ini. Mendapat 100 pelanggan baru itu jauh lebih mudah dibandingkan mempertahankan 10 pelanggan lama. Jadi kita harus memelihara hubungan itu,” imbuhnya.

Mengenai pasar bebas ASEAN (Asean Economic Community) 2015, Niluh telah menyiapkan hal itu sejak 11 tahun silam. Di AEC akan banyak produk-produk fashiopn yang dijual lebih murah dengan standar internasional. Dan Niluh menjanjikan produk yang berkualitas tinggi hasil karya anak bangsa yang dibuat dengan segenap jiwa. dde