banner 468x60

‘International Robotic Competition 2019’ Tak Hanya Bantu Siswa Tingkatkan Diri di Jalur Prestasi, Ini Manfaat Lainnya

iklan

penakita.com | SURABAYA.com – ‘International Robotic Competition 2019’ yang pertama kalinya diselenggarakan oleh Rotary Club Surabaya Persada (Super) tak hanya ajang adu ketrampilan di bidang robotik.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ciputra World Surabaya selama dua hari, Jumat-Sabtu (22-23/11/2019) itu juga mempererat ikatan antar rotarian (sebutan untuk anggota Rotary), rotaractor (partner Rotary usia 18-30 tahun), dan  interactor (partner Rotary usia 12-17 tahun) di internal RC SuPer.

“Dalam IRC 2019 Interactor diajak untuk berperan aktif, antara lain menjadi peserta, panitia, MC, juga memberikan opening band performance,” ungkap Enny Ambarsari, Charter Presiden Rotary Club Surabaya Persada kepada penakita.com, Sabtu (23/11/2019).

Selain itu, lanju Enny, kegiatan yang diharapkan bisa agenda tahunan Rotary Club Super ini juga bertujuan untuk menarik anggota baru. “Kompetisi berskala Internasional ini juga membantu siswa untuk mendapatkan penilaian jalur prestasi,” paparnya.  

Baca Juga : http://penakita.com/beri-wadah-adu-prestasi-non-akademik-rotary-club-super-gelar-international-robotic-competition-2019/

Enny berharap, dalam pelaksanaan IRC berikutnya makin banyak peserta dari luar negeri ikutan bergabung. Kegiatan IRC kali ini, diikuti sekitar 200 peserta yang antara lain dari Jakarta, Yogyakarta, serta Surabaya sebagai tuan rumahnya.

Selain itu juga ada 11 peserta dari Thailand, empat dari Filipina, dan dua dari Malaysia.

Ada delapan katagori yang disuguhkan buat para peserta, yaitu Line Maze Primer Category, Line Maze Yunior Category, Line Maze Senior Category, Line Tracer Open Category, Rescue Primer Category, Rescue yunior Category, Sumo RC 1 kg Primer Category, dan Sumo RC 3 kg Open Category.

“IRC ini kan wujud pendidikan non-formal. Kegiatan ini melatih peserta untuk jadi generasi unggul,” cetus Febri Dipokusumo, Distric Governor Rotary yang turut hadir di kesempatan itu.

Sebab, lanjut Febri, untuk menyelesaikan kompetisi itu dengan baik peserta harus melakukan strategi dan juga harus kreatif. “IRC juga membentuk peserta berjiwa besar. Mereka harus memahami bahwa menang atau kalah merupakan konsekuensi dalam sebuah kompetisi,” tegasnya.  

Febri menekankan pula bahwa dalam IRC, peserta dituntut kecermatan dan kejelian. “Dan itu bukan sesuatu yang mudah. Diperlukan latihan yang terus menerus,” urainya. dit

author