banner 468x60

ITS Kirim Tim ke Kontes Robot Indonesia, Ini Tantangan yang Bakal Dihadapi

iklan
Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Rektor ITS (kiri) menyaksikan demo robot Ichiro yang memamerkan kemampuan bermain bola di Gedung Pusat Robotika ITS.

Penakita.com | SURABAYA – Tim Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memastikan diri mengirimkan empat delegasi tim terbaik dari lima katagori yang akan dipertandingkan di Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019.   

Satu tim yakni Tim Ichiro untuk katagori Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid telah mendapatkan ‘tiket’ langsung untuk berlaga di tingkat nasional, karena tahun lalu masuk dalam empat besar nasional.

Sedang keempat tim yang akan berangkat ke Mataram adalah tim Kontes Robot ABU (Asia-Pacific Broadcasting Union) Indonesia (KRAI) yang bernama RISMA, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) yakni tim Abinara-1, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) dengan nama tim VI- ROSE, dan KRSBI Beroda yang bernama tim IRIS.

“Tim Robotika ITS yang akan bertarung terdiri dari 47 mahasiswa dan berasal dari enam fakultas berbeda,” kata Rudy Dikairono ST MT, Koordinator Pembimbing Tim Robotika ITS usai acara pelepasan secara resmi oleh Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Rektor ITS di Gedung Pusat Robotika ITS, Selasa (16/4/2019). 

Menurut Rudy, untuk kualifikasi KRI tingkat Regional IV yang diikuti Tim Robotika ITS ini berlangsung pada 21–23 April 2019 di Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rudy menambahkan, kelima tim, termasuk tim Ichiro, sudah siap berlaga secara teknis. “Kami telah meningkatkan performa robot, baik dari segi kecepatan maupun algoritma pemrogramannya,” ungkap dosen Teknik Elektro ITS ini.

Robot RISMA sedang beraksi.

Rudy juga menjelaskan bahwa aturan dan tema dari tiap katagori kontes berbeda dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah KRAI, yang tahun ini harus dibuat berkaki empat dan tidak boleh beroda.

Diakui Rudy, ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Robotika ITS. “Jadi kami harus mulai dari awal lagi. Apalagi semua tim (peserta KRI 2019, Red) yang berlomba nanti juga kesemuanya mengembangkan robotnya,” imbuh alumnus ITS tahun 2002 ini. dit

author