banner 468x60

ITS Sukses Bikin Sistem Penggerak Tram Listrik, Hasilkan Daya 300 kW

128 views
iklan
Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana saat mencoba menyalakan prototype sistem penggerak Tram Listrik setelah serah terima di Gedung Riset Mobil Listrik ITS.

Penakita.com | SURABAYA – Kerjasama yang dilakukan PT Industri Kereta Api (INKA) Persero dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sudah mencapai tahap menggembirakan.  

Melalui Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI-SKO), kerjasama riset yang dilakukan untuk membuat sistem penggerak yang akan diaplikasikan pada tram listrik ini telah menghasilkan prototype yang diserahkan ITS kepada PT INKA.

“Proyek yang dilakukan selama enam bulan ini merupakan satu langkah ke depan yang ditempuh oleh engineer ITS dalam bidang pembuatan sistem penggerak,” kata Dr Muhammad Nur Yuniarto ST, Direktur Eksekutif PUI-SKO ITS saat prosesi serah terima prototype di Gedung Riset Mobil Listrik ITS, Jumat (8/3/2019).

Sebelumnya, lanjut Muhammad Nur Yuniarto, sistem penggerak yang diproduksi oleh engineer ITS hanya mampu menghasilkan daya maksimum sekitar 100 kiloWatt (kW). Sedangkan, sistem penggerak baru ini diklaim mampu menghasilkan daya sebesar 150 sampai 300 kW.

“Jika dilihat dari daya yang dihasilkan, sistem ini merupakan sistem penggerak terbesar yang pernah dibuat di Indonesia,” tandas dosen Teknik Mesin ITS ini meyakinkan.

Yoga Uta Nugraha, Ketua Engineer Team ITS yang merancang sistem penggerak ini menjelaskan, sistem ini terdiri dari motor listrik dan controller. Alat ini tersusun dari enam motor listrik dengan tipe Axial Brushless DC Motor.

“Sistem pendinginan yang digunakan adalah direct cooling on stator yang sangat bagus untuk menjaga suhu motor listrik, sehingga tetap pada performa dan efisiensi terbaik,” ungkapnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Uta ini kembali menjelaskan, alat yang ia rancang sejak bulan Agustus 2018 ini menggunakan dua controller dengan konfigurasi satu controller pada setiap tiga motor listrik. Dengan kemampuan programmable controller, maka sangat mudah untuk melakukan penyesuaian daya pada saat diaplikasikan pada tram listrik.

Menurut Uta, proses pembuatan sistem ini sempat menghadapi kendala, yaitu ada beberapa komponen yang tidak diproduksi oleh PUI-SKO ITS. Sehingga harus menunggu untuk dibuatkan oleh pabrik di luar ITS.

Hal tersebut mengakibatkan pembuatan sistem ini mengalami keterlambatan dari rencana awal. “Meskipun demikian, kami (timnya, red) merasa senang karena akhirnya sistem ini berhasil dirampungkan,” ucap Uta.

Sebelum diserahkan kepada PT INKA, prototype sistem penggerak ini diuji coba terlebih dahulu di hadapan para undangan. Sehingga jika ada kekurangan akan menjadi evaluasi untuk sistem penggerak yang akan dipakai selanjutnya. dit

author