banner 468x60

“Jangan Bentuk Peloncoan Baru Atas Dasar Kreativitas”

405 views
iklan

isa anshoriPenakita | SURABAYA – Perubahan konsep Masa Orientasi Sekolah (MOS) menjadi Layanan Orientasi Sekolah (LOS) ini disambut baik Isa Anshori. Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya ini mengakui konsep orientasi siswa memang seharusnya dijauhkan dari tindakan kekerasan, penghakiman atau sejenisnya.

“Kalau mau membuat MOS lebih kreatif sah-sah saja. Asal jangan alasan kreativitas itu justru cenderung membuat bentuk peloncoan baru atas dasar kreativitas,” demikian tegasnya.

Isa Anshori berharap dilombakannya konsep LOS tiap sekolah akan mendorong siswa berpacu ke arah yang positif. “Kalau itu bisa dilakukan, berarti langkah Dinas Pendidikan (Dindik) mengubah konsep MOS menjadi LOS sudah cukup sesuai,” tuturnya.

Intinya, lanjut Isa Anshori, lewat adanya LOS ini tidak ada lagi aksi-aksi yang justru merugikan peserta didik baru. Pasalnya, menurut Ikhsan, tahun lalu upaya untuk membuat MOS lebih kreatif tetap menggiring senior melakukan tindak peloncoan ke yunior atau siswa baru.

Sebagaimana diberitakan, Dindik Surabaya ancang-ancang merubah konsep MOS yang dilaksanakan bersamaan dengan hadirnya siswa baru. Pembenahan konsep itu diharapkan bisa merubah image MOS yang selama ini identik dengan tindak kekerasan.

Ada empat hal utama yang menjadi inti dalam LOS. Di antaranya adalah pembentukan kesan pertama terhadap siswa baru, wawasan tentang internet sehat, bakti lingkungan oleh seluruh peserta LOS, dan yang terakhir adalah lomba melalui internet. ari

author