banner 468x60

Jangan Biarkan Balita Nonton TV Lebih dari Dua Jam

61 views
iklan

anak nonton TV_resizePenakita | SURABAYA – Kebiasaan ternyata berpengaruh pada kemampuan anak, khususnya balita dalam melatih dirinya untuk bicara dan berhitung. Dalam sebuah penelitian terungkap, balita yang terlalu lama menonton tayangan televisi justru tertinggal kemampuannya dalam dua hal tersebut.

Penelitian yang dilakukan University of Montreal ini merupakan studi pertama yang menemukan hubungan antara terlalu banyak menonton televisi (TV) dan resiko bayi yang miskin keterampilan motorik serta bermasalah dalam psikososial.

Prof Linda Pagani mengaku, dirinya telah melakukan penelitian terhadap 991 anak perempuan danĀ  1.006 anak laki-laki di Quebec, semuanya berusia 29 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menonton TV selama lebih dari tiga jam tertinggal dalam kemampuan berbicara dan berhitung.

Karena itu, Linda yang memimpin langsungpenelitian itu mengingatkan orangtua agar membatasi balita menonton TV tidak lebih dari dua jam sehari. Dalam penelitiannya itu, Linda juga menyimpulkan bahwa bayi berusia dua tahun, setiap satu jam kelebihan menonton dari batas waktu dua jam menonton dapat mengakibatkan dampak negatif pada kemampuan akademiknya serta dia lebih berisiko di-bully.

“Ini disebabkan mereka tidak cukup mampu mengikuti proses membesarkan diri karena masalah konsentrasi dan fisik yang tidak sehat bugar,” katanya.

Ditekankan pula, masalah dalam psikososial serta kurangnya kemampuan motorik gara-gara terlalu banyak menonton TV bisa menjadikan anak di-bully oleh teman-temannya. “Temuan ini menunjukkan perlunya kesadaran orangtua dalam membatasi waktu menonton televisi bagi balita berusia dua tahun yaitu tidak lebih dari dua jam sehari, sesuai rekomendasi Asosiasi Pediatrik Amerika Serikat,” cetusnya. adi

author