Jangan Mudah Sebar Hoax, Ini Risikonya Menurut Cak Percil

Siberkreasi Netizen Fair di Taman Mundu Surabaya menghadirkan trio pelawak Cak Percil, Komunitas Instagram Surabaya, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia.

Penakita | SURABAYA – “Kemarin di kampungku heboh. Ditemukan buah pisang segede kentongan.”

“Wah itu nggak seberapa, di kampung sebelah ada bayi lahir mulutnya segede pintu.”

Dialog yang seakan serius itu dilontarkan Cak Kuntet dan Cak Hengky di acara Road to Siberkreasi Netizen Fair 2018 di Taman Mundu, Surabaya, Minggu (18/11/2018). “Lo, kalau mulutnya segede itu, makannya apa ya,” celetuk Cak Kuntet.

Mendengar pertanyaan itu Cak Hengky kontan menjawab,”Ya kasih aja pisang yang segede kentongan itu.”

Tak ingin kalah dengan dua temannya, Cak Percil ikutan ngobrol,”Lha di desaku malah ada wajan gedenya seluas Stadion Tambaksari.”

“Lha terus buat goreng apa wajan segede itu,” tanya Cak Kuntet dan Cak Hengky bersamaan.

“Ya buat goreng pisang yang segede kentongan itu tadi,” jawaban Cak Percil ini kembali memancing tawa pengunjung yang memadati area depan panggung sejak pagi hari.

Cak Percil kemudian mengingatkan kedua temannya, agar tidak mudah menyebar kabar yang belum tentu kebenarannya. “Karena menyebar berita yang salah bisa jadi bermasalah buat yang menyebarkannya,” tegas komedian yang aslinya bernama Deni Afriandi ini.

Cak Percil, Cak Hengky, dan Cak Kuntet saat menghibur warga Kota Surabaya di acara Siberkreasi Netizen Fair di Taman Mundu Surabaya.

Pernyataan senada dilontarkan Aribowo Sasmito, Co-Founder Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). “Jangan cuma karena katanya temannya teman, langsung menyebar kabar yang ternyata salah,” ucapnya.

Menurut Aribowo, setiap orang harus meyakini dulu kabar yang diterimanya benar sebelum kemudian menyebarkannya melalui jejaring sosial media. “Karena ketika yang menyebarkan berita hoax itu diciduk aparat, yang tadi temannya teman itu pasti tidak bisa membantu,” tuturnya.

Gerakan Literasi Digital (Siberkreasi) yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak tahun 2017 itu, kali ini digeber di lima kota. Selain Surabaya, Siberkreasi Netizen Fair 2018 yang mengangkat tema ‘Digital Governance, Digital Economy, Digital Lifestyle, dan Digital Parenting’ ini juga diadakan di Makasar, Medan, Bandung, dan Jakarta.

Road to Siberkreasi Netizen Fair 2018 di Taman Mundu diawali dengan kegiatan senam zumba yang dipandu instruktur Zin Jay Twins. Bersama timnya, Zin Jay Twins mengajak ratusan warga Kota Surabaya untuk menghangatkan diri dengan senam diiringi alunan musik.

Acara yang dipandu Lenny dan Bedjo sebagai pembawa acara itu juga menghadirkan Naufal Huda, dan Aditya Agung dari Komunitas Instagram Surabaya. “Kami mengedukasi pengguna Instagram bagaimana mengisi akun media sosial ini yang baik seperti apa,” ujar Naufal saat ditemui di balik panggung.

Menurut Naufal, isi Instagram selama ini memang lebih banyak muatan foto dan video. “Ada konten serius, komedi, juga foto-foto. Jadi kami ajarkan bagaimana main Instagram biar banyak teman, dan juga biar dapat banyak duit,” ungkapnya. sum