banner 468x60

Jangan Sembarangan Mengaku Miskin. Ini Akibatnya!

488 views
iklan

fasich_rektor unairPenakita | MALANG – Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kembali mengingatkan pada siswa yang ikut seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di dua jalur tersebut agar jujur mengisi data dirinya saat pendaftaran. Jika ditemukan ketidaksesuaian data dengan fakta, maka panitia dari masing-masing PTN akan bertindak tegas.

“Setiap kata yang nanti ditulis calon mahasiswa harus benar sesuai kenyataan. Kalau nanti ditemukan data tidak benar, sementara yang bersangkutan sudah menyatakan benar di atas materai, terpaksa kami coret, gugur, meski dia telah lolos SNMPTN, SBMPTN, maupun bidik misi,” tegas Prof Dr Fasich Apt, Ketua Forum Paguyuban Rektor se-Jatim.

Ditambahkan pula, sikap tegas ini telah disepakati sembilan Rektor PTN di Jatim dalam Rapat Forum Paguyuban Rektor se-Jatim, di Aula Utama Gedung A3 Universitas Negeri Malang, Selasa (11/6/2013). Menurut Fasich, kebijakan ini disepakati terkait penerapan uang kuliah tunggal (UKT) di semua PTN di Jatim.

UKT ini, lanjut Fasich, sesuai implementasi Permenmendikbud no 55 tahun 2013 yang meminta kampus memberikan tempat bagi mahasiswa tidak mampu agar bisa tetap kuliah. Fasich menerangkan sebanyak 80 persen mahasiswa di PTN harus diberlakukan UKT. Pelaksanaannya terserah masing-masing kampus tapi tetap mengacu pada permendikbud.

“Intinya, penetapan UKT ini dikondisikan sesuai kemampuan eknomi calon mahasiswa bersangkutan,” imbuh Fasich yang juga Rektor Universitas Airlangga (Unair).  sum

author