banner 468x60

‘Japanese Design Today’, Ungkap Peran Desain Lewat Keseharian Masyarakat Jepang

iklan
Masaki Tani, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya (dua dari kanan) saat peresmian ‘Japanese Design Today 100’ di Departemen Desain Produk Industri ITS.

Penakita.com | SURABAYA – Masyarakat dunia, khususnya Indonesia pasti tak asing dengan beragam produk dari Jepang. Tetapi ironisnya, masyarakat belum banyak yang menyadari peran besar desain produk yang melatari terwujudnya produk itu sendiri.

Untuk makin mengenalkan desain khas Jepang itu pula, Japan Foundation bersama Konsul Jenderal Jepang di Surabaya menggelar pameran ‘Japanese Design Today 100’.

Kegiatan yang dilaksanakan bekerjasama dengan Fakultas Arsitektur, Desain dan Perencanaan (FADP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu diadakan di Departemen Desain Produk Industri ITS, mulai Rabu (6/11/2019).

Pameran yang menampilkan 100 contoh produk desain terbaik yang fokus pada kehidupan sehari-hari dari Jepang. Diantaranya seperti, alat-alat kesehatan, peralatan tulis, aksesoris, peralatan masak, perabotan rumah tangga, mainan anak-anak, serta aneka pernik yang berkaitan dengan hobi.

“Barang-barang di sini dikategorikan berdasarkan kegunaannya, seperti perabot rumah tangga, barang yang berguna saat mengatasi bencana, barang untuk anak-anak, sampai kegemaran atau hobi,” ungkap Tsukamoto Norihisa, Direktur Jenderal Japan Foundation.

Menurut Tsukamoto, barang-barang yang dipamerkan tidak hanya keluaran periode tahun 2000-an. Tetapi, ada juga produk yang diproduksi pada era 50-an, yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap desain modern.

Tsukamoto berharap melalui pameran ini masyarakat dunia, khususnya Indonesia makin mengenal Jepang. “Kami ingin orang Indonesia melihat kehidupan sehari-hari kami lewat pameran ini,” ucapnya kepada penakita.com.

Sebelum digelar di Surabaya, ‘Japanese Design Today 100’ sudah diselenggarakan di Museum Nasional, Jakarta, pada September lalu.

“Kami di sini memamerkan produk dari yang klasik hingga modern terbaik Jepang, dimulai dari tahun 1950-an hingga 2013. Kami harap mahasiswa maupun masyarakat yang datang ke pameran ini bisa terinspirasi untuk berkarya,” kata Masui Mika, Koordinator Program Japan Foundation. mg8/mg9

author