banner 468x60

“Kalau Prodi Kedaluarsa Pasti Sudah Ditutup!

354 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Tidak hanya pihak Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang geram melihat tidak validnya data website Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Dua perguruan tinggi negeri (PTN) lain, yakni ITS dan Universitas Airlangga (Unair) merasakan hal serupa.

Herman Sasongko, PR I Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) mengatakan, tidak ada Prodi di ITS yang sudah kadaluarsa. Yang benar, ada tujuh prodi yang sedang mengajukan perpanjangan akreditasi ulang sudah sejak bulan Mei tahun lalu. Namun baru tiga prodi yang sudah divisitasi dan menunggu hasil atau SK. Sedangkan, empat lainnya hingga kini belum divisitasi BAN PT.

“Kendala yang ada pada beban BAN PT. Menurut ketentuan Kemendikbud dan BAN PT, status seperti itu tidak boleh disebut kadaluarsa. Sebab, kendala tidak berada pada institusi Universitasnya,” katan Herman melalui pesan singkat kepada PENAKITA.com, Minggu (31/3/2013).

Ia menjelaskan, kalau memang benar kadaluarsa, prodi tersebut pasti sudah ditutup. Namun kenyataannya tidak, sebab data BAN PT seringkali tidak up to date. Herman menerangkan, bahwa dari 57 Prodi di ITS, hanya 18 yang bernilai B, lainnya A.

“Itu mestinya tidak boleh ditulis kadaluarsa. Yang disebut kadaluarsa adalah yang belum mengajukan perpanjangan sampai batas waktu akreditasinya habis. Itu sudah disebut dalam surat edaran Dirjen Dikti. Data yang benar saat ini malah di Direktorat Belmawa Dikti. BAN-PT jarang update status akreditasinya,” tutur Herman.

Sementara itu,  Pembantu Rektor (PR) I Unair, Achmad Syahrani memaparkan hal yang sama. Prodi S2 Administrasi dan Kebijakan Kesehatan yang tercamtum dalam website BAN PT berstatus kadaluarsa, sesungguhnya, ungkap Syahrani, telah mengajukan reakreditasi.

“Sudah mengajukan reakreditasi dan saat ini sedang proses. Semoga saja segera divisitasi dan memperoleh nilai dan peringkat akreditasi yang lebih baik dari sebelumnya. Tahun 2007-2012 akreditasinya B. Kami harap akan naik jadi A,” pungkas Syahrani.  ika

author