Kampus IPB Ekspansi Keluar Bogor

Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | BOGOR – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof Dr M Nuh kembali melontarkan gagasannya mengembangkan perguruan tinggi di sejumlah daerah. Kali ini, mantan Rektor ITS ini menyatakan akan membuka kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) di luar Bogor.

Rencananya, lanjut M Nuh, kampus IPB dibuka di Tasikmalaya dan daerah lain di Jawa Barat. “Kemuliaan IPB tidak boleh hanya dimiliki IPB. Karena itu perlu didorong untuk menularkan ke perguruan tinggi lain, baik itu negeri maupun swasta,” tegas Nuh beberapa waktu lalu.

Ditekankan Nuh, meski namanya memakai Bogor, bukan berarti IPB milik Pemkot atau Pemkab Bogor, melainkan milik pemerintah dan negara. Karena itu tidak ada salahnya keunggulan IPB diekspos.

“Bayangkan dari banyaknya populasi di Jawa Barat, tapi PT-nya sedikit dibandingkan Jawa Timur. Kami akan memberikan mandat untuk ekspansi seperti IPB di Tasikmalaya, Cianjur, sehingga warganya bisa kuliah tanpa harus meninggalkan kotanya. Supaya lebih irit bagi mahasiswa yang kurang mampu,” paparnya.

Selain kuliah jarak jauh, pemerintah juga mendorong IPB untuk membuka kampus lain di beberapa daerah. “Jika anggaran yang menjadi persoalan, itu bisa dicari,” ungkap Nuh.

Terpisah, Prof Dr Herry Suhardiyanto, Rektor IPB menyatakan bahwa selama ini IPB telah bekerjasama dengan pemerintah daerah membuka beberapa kampus di Papua, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Nusa Tenggara Timur. “Kampus dibuat pemerintah daerah, tanah lahannya diserahkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta fasilitasnya. Sedangkan pengajarnya dari IPB dan dari daerah setempat,” paparnya.

Ditambahkan, keempat kampus tersebut merupakan program diploma dua yang sudah dibuka pada Desember lalu. Mahasiswa yang terdaftar akan mendapatkan pendidikan selama dua tahun dan ijazah dari IPB yang ditandatangani langsung oleh rektor.

“Dosennya itu ada dua, dari IPB dan lokal, direkrut pemerintah daerah,” imbuh Herry. dde