banner 468x60

Karena Alasan Ini Joki Tuban Tidak Ditahan

37 views
iklan

jokiPenakita | TUBAN – Petugas Kepolisian Kabupaten Tuban sudah menangkap 20 orang yang diduga sebagai joki di Pondok Pesantren Al Ya’un Najwa, Desa Mentoro, Soko, Tuban. Para joki yang diantaranya adalah bekas santri pondok itu berusia rata-rata antara 15-21 tahun.

Selain menangkap para joki, polisi juga menangkap dan menetapkan Ikwan Effendi (39), pemimpin pondok pesantren tersebut sebagai tersangka. Berdasar pemeriksaan petugas, Ikwan terbukti menyuruh para santri dan warga sekitar menjadi joki agar seluruh peserta ujian dapat lulus semuanya.

“Bila tingkat kelulusan sampai 100 persen, maka pesantren itu akan lebih dikenal dan merangsang para pemuda untuk nyantri di pondoknya,” kata Kasat Reskrim Polres Tuban, Ajun Komisaris Wahyu Hidayat.

Ditambahkan, praktek perjokian itu dilakukan dengan mengganti posisi peserta UN dengan mantan santri dan warga sekitar. Sedang peserta UN yang asli tidak bisa ikut lantaran sedang bekerja atau berada di luar kota.

Motif perjokian di Pondok Pesantren Al Ya’un Najwa, ini ternyata berbeda dengan kasus serupa di tempat lain. Di pondok pesantren ini, pelaku menjadi joki karena sungkan pada Ikwan Effendi (39), pemimpin pondok pesantren.

Pengakuan ini disampaikan RA (15), salah satu joki yang turut diamankan polisi. “Gak enak saja untuk menolaknya,” ujar pria yang tinggal di sekitar pondok pesantren itu.

RA mengaku sempat ragu ketika ditawari Ikwan menjadi joki pada satu minggu silam. Apalagi bayaran yang dijanjikan oleh Ikwan hanya sedikit, yakni Rp 10.000 selama tiga hari, dan resiko yang diembannya teramat berat. Meski demikian, tawaran itu akhirnya disetujui untuk menghormati Ikwan.

Ia menambahkan selama menjadi joki dirinya sempat gugup dan cemas. Ia mengaku tak bisa konsentrasi karena perasaan ini. Seluruh jawaban diakuinya diisi sembarang.

“Saya gak terlalu berpikir serius karena yang diutamakan sama bapak itu kehadiran,” ungkapnya.

Meski sempat lega di hari pertama ujian, namun di hari kedua RA makin gelisah. Kecemasannya ini kemudian terbukti karena kasusnya terbongkar pada siang harinya, dan ia pun turut ditangkap polisi setelah mengerjakan ujian.

Pihak Polres Tuban sendiri memastikan tidak menahan para tersangka. Alasannya para joki ini dibujuk dan sungkan menolak permintaan Ikwan. “Mereka ini tak sempat dibayar tersangka (Ikwan),” tegas Wahyu. ari

author