banner 468x60

Karya Hendro Bisa Simpan Hasil Tes Darah, USG, dan Rontgen

540 views
iklan
Hendro, mahasiswa jurusan Teknik Informatika Institut Sains dan Teknologi Terapan Surabaya (iSTTS)

Hendro, mahasiswa jurusan Teknik Informatika Institut Sains dan Teknologi Terapan Surabaya (iSTTS)

Penakita | SURABAYA – Aplikasi android medical record pribadi, begitulah aplikasi canggih buatan Hendro, mahasiswa jurusan Teknik Informatika Institut Sains dan Teknologi Terapan Surabaya (iSTTS). Aplikasi ini berfungsi untuk menyimpan hasil tes kesehatan kita, seperti hasil tes darah, tes urine, USG, dan rontgen.

Cara kerja aplikasi yang diunggulkan sebagai aplikasi android pertama di Indonesia ini tidak begitu sulit. Pengguna, cukup menginstal aplikasi ini di handphone masing-masing. Usai terinstal, pengguna dapat langsung memulai aplikasi ini dengan beberapa cara.

Cara pertama adalah tanpa ID login. Pengguna dapat langsung mengakses beberapa menu, seperti kamus zat, tempat lab, dan kamus penyakit.

Cara yang kedua, pengguna dapat menggunakan aplikasi ini dengan memasukkan ID loginnya, berupa nama dan umur. Selanjutnya pengguna dapat memasukkan data kesehatan secara manual maupun hasil scan. Yang paling direkomendasikan adalah pemasukan data secara manual. Pada ikon manual ini, fitur data kesehatan sangat lengkap, mulai dari data hematologi lengkap, kimia darah, urine lengkap, dan widal lengkap.

“Pengguna tinggal memasukkan angka-angka berdasarkan hasil tes kesehatannya di lab atau rumah sakit. Setelah memasukkan angka-angka itu, muncul hasil masukannya. Kalau keterangan hasil berwarna merah, artinya tidak normal atau ada yang tidak beres dengan kesehatan pengguna. Kalau tulisannya warnanya putih, artinya normal,” papar Hendro, Senin, (11/3/2013)..

Selanjutnya, pengguna juga dapat mengetahui kadar ketidaknormalan zat yang terkandung dalam darah atau urinenya, dengan mengakses pada ikon pemberitahuan kadar zat. Ikon ini berisikan nama zat, jumlah normal zat, hasil masuka, dan kemungkinan penyakit. Akurasi ketepatan aplikasi ini mencapai 90 persen.

“Dari situ bisa dilihat lebih detail lagi keterangan zat, keterangan penyakit yang meliputi nama penyakit dan resiko penyakit. Keterangan penyakit itu bisa dilihat lebih detail lagi, meliputi nama penyakit, resiko penyakit, gejala, dampak, penyebab, dan cara pencegahannya,” beber Hendro. ika

author