banner 468x60

Kebiasaan Membaca di Kalangan Pelajar Hanya Sebatas Mengerjakaan PR

379 views
iklan

minat-baca-anakPenakita | JAKARTA – Selama ini ada pemahaman yang salah di kalangan masyarakat terkait budaya membaca. Di kalangan pelajar, membaca diartikan sebatas mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Sehingga begitu PR-nya selesai, selesai pula ‘tugasnya’ membaca.

“Pemahaman ini membuat para pelajar tidak berupaya menambah pengetahuan dengan membaca buku non pelajaran sekolah,” tegas Syarif Bando, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional.

Padahal, lanjut Syarif, definisi membaca sebenarnya merupakan kesempatan peserta didik untuk menambah pengetahuan selain dari pelajaran di kelas.

Di sisi lain, Syarif mengakui, bahwa materi pelajaran di kelas hanya berkutat pada bahan bacaan terkait buku-buku paket saja sehingga kurang mendorong siswa agar tertarik membaca buku-buku lain di luar buku pelajaran. “Jadi tidak banyak mendorong anak-anak untuk membaca buku-buku penunjang lain di luar buku pelajaran utama,” ujarnya.

Selain itu, menurut Syarif, upaya meningkatkan minat membaca di kalangan pelajar ini terganjal kurangnya jumlah bahan bacaan. “Menurut saya, secara umum minat membaca pelajar sebetulnya tinggi. Tapi yang jadi persoalan adalah bahan bacaan yang kurang,” cetusnya.

Syaruf berpendapat, kurangnya bahan bacaan disebabkan karena kurangnya produksi penulisan buku. Karena itu, pihaknya mengimbau kalangan akademisi menggiatkan penulisan buku untuk mendukung upaya peningkatan minat membaca baik di kalangan pelajar maupun masyarakat. dde

author