banner 468x60

Kegiatan Instruksional Guru Hanya 20 Persen

447 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | JAKARTA – Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Berasrama bebas biaya pendidikan dan asrama. Selain itu, peserta juga mendapat uag saku Rp 300.000 per bulan.

Untuk calon guru TK dan SD, PPG dilaksanakan selama enam bulan, namun bagi guru bidang studi dilakukan selama satu tahun.

Guna memastikan pemerintah daerah merekrut guru dari PPG Berarama, lanjut Supriadi, pihak Kementeraian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberlakukan standar pengangkatan guru PNS sesuai kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI), yakni harus di level tujuh, berpendidikan S-1 dan PPG.

“Kami sadar pengangkatan guru wewenang pemerintah daerah. Karena itu, kami mulai berkoordinasi dengan Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi serta pemerintah daerah supaya prioritas pengangkatan guru yang memenuhi syarat di level tujuh. Saat ini, yang tersedia yang lulusan PPG Berasrama,” tutur Supriadi Rustad, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Supriadi menambahkan dengan PPG Berasrama, calon guru dibekali keterampilan pembelajaran aktif. Guru tidak boleh mendominasi waktu pelajaran dari tiap satuan pembelajaran. Guru hanya boleh memakai maksimal 20 persen waktu untuk instruksional. Sisa waktu untuk siswa belajar aktif dengan bimbingan guru.

Dalam penerapan PPG Berasrama, kata Supriadi, menghadapi kendala terbatasnya jumlah asrama yang tersedia. Daya tampung asrama yang ada di LPTK di Indonesia baru berkisar untuk 5.000 orang. Padahal, kebutuhan asrama untuk calon guru sekitar 40.000 orang per tahun. Penyelenggaraan PPG mendesak untuk dilaksanakan guna memenuhi kebutuhan guru yang memenuhi syarat UU Guru dan Dosen. PPG yang ada saat ini masih merupakan proyek percontohan dari pemerintah.

“Pada 2015 nanti semestinya sudah siap PPG dengan sistem yang mantap. Sekarang, kami mengkaji dulu cara yang baik. Jika lewat PPG berasrama bagi alumni SM3T memuaskan, cara ini bisa diadopsi untuk PPG ke depannya,” kata Supriadi. kps

author