banner 468x60

Kemdikbud Akan ‘Hidup’kan Lagi Museum di Indonesia

429 views
iklan

Penakita | MAGELANG – Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membangun sejumlah museum baru pada 2013. Sejumlah museum yang tersebar di sejumlah daerah tersebut, antara lain Museum Perang Dunia II di Morotai, Museum Maritim di Belitung, Museum Noken di Papua.

Juga Museum Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat dan Museum Keris di Solo. “Selain membangun museum, kami juga merevitalisasi beberapa museum yang sudah ada, pemugaran cagar budaya, dan penyelenggaraan bimbingan teknik baik bidang kepurbakalaan maupun permuseuman dengan anggaran sekitar Rp 240 miliar,” kata Surya Helmi, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman di Magelang, Jumat (8/2/2013).

Ditambahkan Helmi, pembangunan museum itu mahal dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga bersinergi dengan kementerian lain seperti dengan Kementerian PU untuk membangun Museum Presiden di kompleks Istana Negara Bogor. “Kami akan mengisi koleksi museum tersebut yang memuat prestasi-prestasi presiden yang pernah ada di Indonesia,” tuturnya.

Pembangunan museum tersebut, menurut Helmi, sudah melaluai kajian matang disesuaikan latar belakang daerah setempat. Museum Maritim didirikan di Belitung, lanjutnya, karena daerah tersebut merupakan jalur pelayaran perdagangan masa lalu, diplomasi zaman kerajaan dulu.

“Orang berlayar dari barat ke timur atau sebaliknya pasti melewati perairan Indonesia, karena secara geografis Indonesia terletak di posisi silang dunia. Kalau orang dari Timur Tengah ke China lewat Selat Malaka, pantai timur Sumatera, utara Jawa, dan terus ke China atau sebaliknya,” paparnya.

Pada masa lalu kemampuan navigasi terbatas dan banyak kapal tenggelam. Hal itu kemudian paling banyak dicari pemburu harta karun, padahal merupakan cagar budaya.

Kapal tenggelam, katanya, banyak terkonsentrasi di pantai timur Sumatera dan utara Jawa maka di Belitung didirikan Museum Maritim, karena sebagai negara maritim sampai sekarang Indonesia belum mempunyai museum yang representatif tentang kemaritiman.

“Selama ini nenek moyang Bangsa Indonesia dikenal sebagai pelayar, pelaut tetapi itu hanya sebatas retorika, belum diterjemahkan dalam bentuk museum, maka didirikan Museum Maritim tersebut,” pungkasnya.

author