banner 468x60

Kemendikbud Kesulitan Cari Penerima Beasiswa

451 views
iklan

beasiswa2 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku kesulitan mencari calon penerima beasiswa pendidikan. Padahal setiap tahun Kemendikbud memberikan beasiswa bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk kuliah ke luar negeri.

Program beasiswa kuliah ke luar negeri itu tidak saja diberikan kepada orang yang sedang bekerja, melainkan juga untuk orang yang sedang tak bekerja. “Beasiswa yang diberikan Kemendikbud yakni beasiswa unggulan. Program ini merupakan kesempatan untuk regenerasi di dunia pendidikan bagi para generasi penerus,” demikian ungkap Musliar Kasim, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu.

Ditambahkan Musliar, penerima beasiswa harus mendapatkan tanda diterima di perguruan tinggi yang diinginkan. Setelah itu calon penerima beasiswa mendaftarkan ke Kemendikbud. Cara melamarnya, menurut Musliar, yakni calon penerima beasiswa dapat melihat di situs beasiswa unggulan Kemendikbud.

Ditekankan pula, selain beasiswa unggulan, Kemendikbud juga mengalokasikan beasiswa bagi putra-putri Indonesia untuk melanjutkan kuliah yakni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan S-2 (Pascasarjana) dan S-3. “Beasiswa LPDP bagi putra-putri Indonesia untuk melanjutkan melanjutkan S-2 (Pascasarjana) dan S-3 bersumber dari dana abadi Kemendikbud,” tuturnya.

Calon penerima beasiswa itu, kata Murliar, dapat memilih perguruan tinggi yang diinginkan, baik di dalam maupun luar negeri. “Kemendikbud memberikan kebebasan kepada calon penerima beasiswa untuk memilih kuliah,” cetusnya.

Penerima beasiswa itu nantinya diberikan biaya kuliah di negara manapun kuliah ditambah biaya hidup selama mengikuti perkuliahan. Namun bagi mahasiswa yang masih mengikuti perkuliahan jangan berkecil hati. “Pemerintah akan memberikan beasiswa bidik misi,” ujarnya.

Dia menambahkan, para mahasiswa penerima beasiswa bidik misi ini harus dapat berprestasi, karena setiap semester akan dilakukan evaluasi, terutama hasil pembelajaran mereka. “Mahasiswa penerima beasiswa bidik misi diberikan bantuan biaya hidup sebesar Rp 600.000 per-bulan per-mahasiswa,” pungkasnya. dde

author