banner 468x60

Kemendikbud : Pengadaan Buku Kurikulum 2013 Diambil dari BOS

365 views
iklan

dana-BOSPenakita | SURABAYA – Kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) akhirnya mengeluarkan petunjuk teknis tentang penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pengadaan buku kurikulum 2013. Sesuai aturan baru Kemendikbud, pengadaan buku tersebut akan mengambil lima persen dana BOS.

Dengan dimasukkannya anggaran pengadaan buku ke BOS berarti item penggunaan yang semula 13 kini menjadi 14 item. Dana BOS ini akan digunakan untuk pengadaan buku semester ganjil tahun ajaran 2014-2015. Sementara untuk semester genap menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari APBN.

Artinya pula, dengan dimasukkannya anggaran pengadaan buku kurikulum ke BOS otomatis menghapus droping buku dari pusat. “Nanti pengadaan buku menjadi tanggungjawab sekolah. Kemendikbud tidak menunjuk rekanan khusus untuk menerbitkan buku,” ujar Salamun, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Selasa (3/12/2013).

Ditambahkan, dalam pelaksanaannya ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan. Pertama, sekolah bisa mengunduh materi pelajaran yang ada di website Kemendikbud untuk kemudian digandakan sendiri. “Namun, kalau cuma difotokopi memang tidak berwarna, jadi ini kurang menarik bagi siswa,” ungkap Salamun.

Alternatif kedua, sekolah bekerjasama dengan sekolah lain melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk memilih salah satu percetakan yang mau menggandakan materi pelajaran. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terkait kerjasama dengan percetakan maka Salamun meminta adanya proses lelang.

“Harus ada proses resmi yang dilakukan. Prosesnya bisa melalui lelang karena ini menyangkut uang negara,” tandasnya.

Sedang alternatif ketiga, sekolah bisa langsung membeli buku-buku itu di penerbitan yang sudah mencetak buku tersebut. Karena anggaran pengadaan ini sudah ada di item BOS, maka Salamun melarang sekolah untuk memungut uang dari siswa.

“Sekolah tidak boleh membebani siswa lagi,” ucapnya mengingatkan.

Ditekankan Salamun, pengadaan buku kurikulum ini pada tahun ajaran 2014-2015 akan berlaku bagi seluruh sekolah di Indonesia karena saat itu seluruh sekolah sudah memberlakukan Kurikulum 2013. Di tingkat SD, kurikulum 2013 akan dipakai untuk kelas 1,2,4 dan 5. SMP kelas 7 dan 8 serta SMA/SMK kelas 10 dan 11. ari

author