banner 468x60

Kepala MI Terpaksa ‘Tombok’ untuk Biaya Operasional Sekolah

464 views
iklan

bantuan-operasional-sekolahPenakita | SURABAYA – Sejumlah sekolah madrasah di Jatim saat ini bingung mencari utang untuk membiayai opersaionalnya. Itu beralasan karena sejak Januari 2013 hingga kini dana bantuan operasional sekolah (BOS) belum cair. Padahal dana ini menjadi penopang utama kelancaran proses belajar mengajar di madrasah.

Nadlir, Kepala MI H Hasyim Babat Jerawat Surabaya mengaku terpaksa mencari pinjaman ke para pengurus yayasan dan tokoh masyarakat untuk membiayai operasional sekolahnya. “Bahkan uang pribadi saya juga katut untuk menutupi biaya sekolahan,” ungkap Nadlir, Minggu (28/4/2013).

Pinjaman ini akan dipakai untuk membayar honor guru. Namun untuk kebutuhan lain terpaksa harus ditunda sampai keluarnya BOS. “Sekolah kami ini masih untung bisa membayar honor guru meski harus cari utangan kemana-mana. Kabar yang saya terima, banyak guru-guru MI lainnya yang tidak menerima honor karena memang dananya belum cair,”katanya.

Kabar yang diterima Nadlir, belum cair BOS ini karena dananya masih diberi tanda bintang. Dia khawatir kalau ini terus berlangsung semakin banyak guru yang tidak menerima honor. Apalagi yang hanya mengandalkan dari hasil mengajar.

“Sebenarnya niat kami pengabdian ke murid. Tapi kalau dananya tidak ada ya kasihan guru juga,” keluh Nadlir.

Anggaran BOS yang belum dicairkan sekitar Rp 920 miliar. Rinciannya, untuk madrasah ibtidaiyah (MI) mencapai Rp 493 miliar yang dialokasikan untuk 850.623 siswa MI. Sedangkan Anggaran MTs Rp 390 miliar untuk 550.182 siswa. Sementara anggaran BOS MA Rp 37 miliar diperuntukan 66.384 siswa.ika

author