banner 468x60

“Konvensi Pendidikan untuk Menampung Suara Sumbang Bukan Menghapus UN”

iklan

ujian nasionalPenakita | JAKARTA – Konvensi yang bakal digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhir bulan ini  dipastikan bukan untuk menghapus pelaksanaan ujian nasional (UN). Meski demikian, selama konvensi terbuka peluang untuk revisi, terutama menyangkut komposisi penentu kelulusan peserta UN.

Komposisi terakhir kelulusan UN bobotnya ditentukan 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai ujian sekolah. “Dalam konvensi nanti terbuka peluang komposisi itu berubah. Bisa jadi komposisi nilai UN-nya dikurangi sedangkan nilai ujian sekolahnya diperbanyak,” ujar Musliar Kasim, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan.

Mantan Rektor Universitas Andalas, Padang ini menambahkan,”Apapun komposisinya nanti, pelaksanaan UN tetap dilanjutkan tahun depan.”

Ditegaskan pula, pelaksanaan UN sudah tidak bisa diganggu-gugat. Sebab  itu pelaksanaan unas sudah diataur dalam undang-undang dan peraturan lain di bawahnya. “Jadi saya tegaskan bahwa konvensi pendidikan nanti tujuannya bukan untuk menghapus UN,” ujarnya berulang-ulang.

Konvensi pendidikan nanti akan diikuti sejumlah elemen pendidikan, mulai dari internal Kemendikbud, parlemen, akademisi, pengamat, hingga delegasi dari dinas pendidikan dan sekolah. “Pengamat atau praktisi yang selama ini mendukung atau kontra dengan UN silakan ikut bergabung dalam konvensi,” harap Musliar yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.

Ditekankannya, konvensi pendidikan ini diharapkan menampung sebanyak-banyaknya suara sumbang terkait pelaksanaan UN. Sehingga dalam pelaksanaan UN berikutnya pemerintah tidak lagi dibikin repot oleh desakan masyarakat untuk menghapus UN.
Menurut Musliar, saat ini Panitia UN 2014 sudah mulai bekerja. Panitia sudah mulai menyusun dan mengumpulkan butir-butir soal unas 2014. Persoalan teknis lainnya dikebut setelah pelaksanaan konvensi pendidikan nanti. dde

author