banner 468x60

Kunci Jawaban UN Diberikan Cuma-Cuma

480 views
iklan

joki unPenakita | SURABAYA – Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Isa Anshori memberikan tanggapannya terkait kebenaran peredaran kunci jawaban yang dilakukan oknum guru di sejumlah sekolah. Ia mengatakan, jika kabar itu benar, artinya guru yang bersangkutan melanggar pakta integritas dan komitmen kejujuran dalam ujian nasional (UN).

“Yang melakukan itu artinya melanggar komitmen yang telah disepakati bersama bahwa UN harus jujur,” tutur Isa kepada PENAKITA.com, Selasa (23/4/2013).

Isa melanjutkan, berdasar hasil penelusurannya, ia memang menemukan adanya peredaran kunci tersebut di kalangan siswa. “Pada pelaksanaan UN untuk mata pelajaran (mapel) bahasa Inggris saya temukan sebaran bocoran kunci jawaban di SMPN 7 dan SMPN 11. Tidak tertutup pula tersebar di sekolah lain. Modusnya masih sama, dikirim melalui pesan berantai dan BBM kepada siswa pada malam hingga pagi hari menjelang UN,” kata Isa.

Dari penelusurannya kepada beberapa siswa di kedua sekolah tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Hotline Pendidikan Jatim ini berhasil mengumpulkan tujuh paket kunci jawaban UN untuk mapel bahasa Inggris. “Kata beberapa siswa, penyebar kunci jawaban ini biasanya mengirimkan mulai malam hari pukul 23.00 WIB sebanyak 1 paket saja. Kemudian dijanjikan dikirimi kunci 19 paket lainnya mulai pukul setengah tiga dini hari,” tegasnya.

Isa menjelaskan, kunci jawaban ini diberikan secara cuma-cuma. Biasanya, siswa yang sudah menerima pesan akan mengirimkannya ke sesama teman lainnya. “Jadi banyak yang mendapatkan bocoran kunci jawaban ini,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Perguruan Tinggi, Alimufie Arif mengungkapkan, dirinya tetap tidak yakin jika peredaran kunci jawaban tersebut benar. Bahkan pihaknya khawatir, kelak hasil UN para pelajar Jawa Timur ini akan jeblok, kalau semua siswanya memercayai kunci jawaban itu.

“Kalau dibilang dari 20 kunci jawaban, siswa harus memilih satu kunci dengan mencocokkan dulu dari nomor 1-5, lha terus nomor belakangnya bagaimana? Itu tidak bisa jaminan kalau nomor-nomor selanjutnya benar. Kalau mereka benar-benar percaya, gawat ini. Saya khawatir nilai mereka jeblok dan tidak lulus,” pungkas pria berkacamata ini. ika

author