banner 468x60

Kurikulum 2013 Terancam Gagal!

348 views
iklan

Kurikulum_ 2013Penakita | SURABAYA – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk mengimplementasikan pelaksanaan kurikulum 2013 pada tahun ajaran baru (Juli 2013) terancam gagal. Selain disebabkan ketaksiapan perihal teknis pelaksanaan, seperti buku dan tenaga pengajar, faktor penghambat paling mendasar adalah ketaktersediaannya anggaran.

Hal ini dibeberkan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, Salamun, Senin (6/5/2013). Salamun secara gamblang mengatakan, anggaran kurikulum 2013 masih berlebel tanda bintang. Artinya, masih dalam pengkajian DPR RI. Bahkan, menurutnya anggaran tersebut memang belum boleh digunakan.

Imbasnya, pelaksanaan program master teacher, yakni program pelatihan bagi guru menghadapi kurikulum 2013, terbengkalai, bahkan dapat dikatakan ‘mandeg’. Pasalnya, LPMP sendiri belum melakukan aksi apapun, sebagai bentuk keberlanjutan implementasi atau pelaksanaan kurikulum baru pada Juli 2013.

“Pemerintah pusat sebelumnya berpesan jangan dilaksanakan dulu sebelum ada perintah. Jadi ya, kami belum bertindak sampai sekarang,” tutur Salamun kepada PENAKITA.com, Senin (6/5/2013).

Sekadar informasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), M Nuh dalam kesempatan berbeda pernah mengatakan, bahwa implementasi kurikulum 2013 tidak akan dilakukan di seluruh sekolah. Ia menjelaskan, untuk tingkat SD hanya diberlakukan di kelas 1 dan 4. Sedangkan di jenjang SMP, hanya akan diberlakukan di kelas 7 SMP dan jenjang SMA di kelas 10.

Tak hanya itu, konon Sekolah yang dipilih untuk memberlakukan kurikulum baru ini adalah sekolah berakreditasi A dan eks RSBI, untuk tingkat SD dan SMP. Jumlahnya sekitar 15 sekolah di tiap kabupaten/kota. Sementara untuk tingkat SMA kurikulum baru ini akan berlaku untuk kelas 10 di semua SMA se Indonesia.

Ketika dikonfirmasi pernyataan Mendikbud tersebut, Salamun mengaku justru belum mengetahui informasinya secara jelas. “Kalau memang pak mendikbud menyatakan siap menjalankan kurikulum, kami siap menjalankan. Intinya sekarang kami menunggu keputusan implementasinya dulu,” pungkas pria asal Boyolali itu.ika

author