banner 468x60

Kurikulum 2013 untuk Siapkan Generasi Mendatang

264 views
iklan

Penakita | JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Boediono, menyambut baik penerapan rencana Kurikulum 2013. Menurutnya, kurikulum 2013 merupakan strategi yang tepat untuk memanfaatkan bonus demografi di Indonesia.

Ratusan mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi jalani seleksi untuk dapat Beasiswa Djarum Plus.

Menurut Boediono, bonus demografi harus dimanfaatkan dengan baik melalui perbaikan kualitas pendidikan. Tidak cukup infrastruktur saja yang diperbaiki dan menjadi sasaran perbaikan, namun isi yang diajarkan pada anak-anak juga penting.

“Untuk itu, saya menyambut baik kurikulum 2013. Tanpa ada perbaikan isi ajar maka bonus demografi yang dimiliki Indonesia sia-sia,” kata Boediono saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kemdikbud, Depok, Senin (11/2/2013).

Ia menuturkan bahwa kemajuan generasi masa depan merupakan tanggung jawab generasi saat ini. Untuk itu, kurikulum 2013 yang akan diterapkan secara bertahap ini merupakan salah satu langkah menyiapkan generasi masa depan sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

“Generasi sekarang ini yang memegang tampuk kendali bangsa untuk menyiapkan generasi yang lebih baik untuk ke depannya. Kalau kita alpa ya kitalah yang salah atas kegagalan negara ini,” tandasnya.

Boediono memberikan arahan pada seluruh kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia terkait pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Juli mendatang dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013. Menurutnya, perubahan kurikulum sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, pengajaran saat ini akan berdampak pada kualitas generasi muda di masa depan.

author