banner 468x60

Laporkan Kemendikbud Bila Ada Pungutan Ujian Sekolah!

427 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak lagi mengalokasikan dana untuk ujian pengganti ujian nasional (UN) SD. Wajar bila urusan pembiayaan ujian sekolah/madrasah (US/M) bagi kelulusan jenjang SD kemudian menjadi masalah krusial.

“Ujian sekolah dan madrasah ditanggung bersama mulai pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga di tingkat satuan pendidikan atau sekolah. Kemendikbud tidak lagi mengeluarkan anggaran untuk US/M,” tegas Musliar Kasim, Wamendikbud Bidang Pendidikan Kemendikbud.

Musliar mengaku ketika masih bernama UN SD dulu, masih ada bantuan anggaran dari Kemendikbud, meski tidak banyak. “Tapi, ketika UN SD diganti menjadi US/M, aliran dana dari pusat sudah distop,” cetus mantan Rektor Universitas Andalas Padang itu.

Musliar menuturukan kebijakan penganggaran untuk pelaksanaan US/M tersebut telah disosialisasikan ke seluruh kepala daerah tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Dia berharap surat dari Mendikbud itu dipakai untuk pembahasan anggaran di masing-masing pemda.

Menurut Musliar dengan pelaksanaan yang masih lama, yakni sekitar Mei 2014, kekhawatiran soal anggaran US/M tidak terlalu signifikan. Sebab ada waktu cukup lama bagi daerah untuk mempersiapkan anggaran tersebut.

Ditambahkan pula, pemprov bisa sharing anggaran dengan pemkot atau pemkab di wilayahnya. “Atau bisa juga semua anggaran ditanggung dari APBD pemprov,” bebernya.

Yang pasti ditekankan Musliar, biaya atau anggaran untuk penyelenggaraan US/M dilarang mengambil dari murid atau wali murid. Apapun bentuk dan keperluannya, kegiatan US/M sama sekali tidak boleh membebani siswa dan keluarganya.

“Kemendikbud siap menerima laporan dari masyarakat, jika ada sekolah atau dinas pendidikan yang menarik iuran pelaksanaan US/M kepada siswa atau orangtuanya,” cetus Musliar.

Mengenai perkembangan pembuatan soal ujian, Musliar menuturkan, dalam waktu dekat pemerintah pusat mengirimkan kisi-kisi soal US/M ke pemda. Adapun anggaran pembuatan kisi-kisi soal ujian itu tidak dibebankan ke pemda atau pihak sekolah.

Sedang yang terkait persiapan UN di jenjang SMP dan SMA/sederajat, lanjut Musliar, saat ini Kemendikbud telah mengujicoba soal yang akan diujikan nanti. “Ujicoba dilakukan langsung ke siswa. Tujuannya untuk mengukur kualitas soal ujian,” ungkapnya sambil menambahkan, setelah urusan uji coba selesai, soal UN siap digandakan.

Menurut Musliar sistem penggandaan soal UN SMP dan SMA tidak lagi dipegang Kemendikbud. Tetapi diserahkan ke delapan rayon yang dikomando pemda setempat.

Seluruh proses mulai dari lelang hingga percetakan dijalankan di masing-masing rayon. “Kemendikbud hanya menyerahkan anggaran ke masing-masing rayon,” pungkasnya. dde

author